Catering, Decoration, Entertainment, Invitation, Javanese Culture, Make-up, Outfit, Photography, Souvenir, Vendor, Venue, Wedding, Wedding Organizer, Wedding Preparation

My Wedding Moodboard – Downloadable Link!

Helloooo, long time no see! Welcome back to Wedding Wednesday (meskipun kadang-kadang ga hari Rabu juga updatenya hahaha). Setelah melewati tahap persiapan nikah, nikahan di 2 tempat, pindahan sementara ke Lombok, puasa, Lebaran, pindah lagi ke Bogor, rempong sana-sini, males-malesan dikit dan ternyata ada baby on the way (hore!), akhirnya bisa duduk dan ngebahas beberapa hal soal pernikahan.

Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. ๐Ÿ™‚ Terima kasih kepada para vendor, tamu undangan yang sudah menyempatkan datang meskipun itu hari Minggu di long weekend dan keluarga besar yang sudah membantu. Terima kasih paling besar adalah untuk sponsor utama, Bapak dan Mama! Alhamdulillah ga over-budget juga ya (hore lagi!).

Banyak yang bertanya, kok bisa sih nyiapin pernikahan dengan detail sesuai dengan keinginan? Plus, waktu itu disambi tahap akhir penelitian dan nulis thesis sehingga bisa lulus kurang lebih 2 bulan sebelum hari H? Alhamdulillah lagi semua itu berkat Mama dan Bapak yang benar-benar menyerahkan semuanya ke saya. Mereka controlling juga sih selayaknya orang tua yang akan membayar vendor-vendor hahaha, tapi mereka juga supportif dan memberikan masukan dan kritikan. Itung-itung yang nyari dan kontak vendor sana sini itu anaknya ya, jadi dimudahkan juga. Selain itu, keluarga suami juga akan melaksanakan resepsi sendiri di Madiun alias ngunduh mantu, jadi di Bogor bisa sesuai dengan keinginan saya dan keluarga. Plus I have a very good preparation with my Wedding Organizer, Mbak Ibon, from Labelle Wedding Organizer!

Tapiiiii sebelum semua itu terjadi, seperti yang saya sudah tulis berkali-kali sebelumnya, saya memikirkan dan mencari hal-hal yang saya inginkan di pernikahan saya untuk membuat MOODBOARD. Moodboard ini saya dapatkan inspirasi dari melihat blognya adek kelas saya, Ume, yang juga sharing konsep pernikahan impiannya. Then I tell myself, I really need to make something like that! Karena kadang sebuah visi tanpa gambaran akan membuat makna yang rancu (alah, bahasanya hahaha) sehingga perlu sesuatu untuk menyamakan pandangan saya dengan orang tua, WO serta vendor-vendor terutama vendor dekorasi dan perias. Hasilnya? It works really well! Vendor langsung mengerti apa yang saya mau dan hasilnya sangat amat sesuai :“) *terharu*

Jadi apa saja segepok kertas dan file powerpoint yang saya bawa kemana-mana saat wedding fair dan ketemu vendor? Here goes! Kalau mau versi powerpoint bisa didownload di link INI atau untuk versi PDF bisa didownload di link INI. (PS: mohon maaf di foto tidak dicantumkan sumber karena awalnya hanya digunakan untuk pribadi, tapi foto saya cari di google.com dan pinterest.com). Semoga bisa membantu para calon pengantin ya! ๐Ÿ™‚

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.