Event, Family, Parenting, Products

Montessori Haus Asia Presents “Nurture the Nature” – #MontessoriMadeSimple

Hello all! Saya ingin menceritakan pengalaman saya mengikuti event yang diselenggarakan oleh Montessori Haus Asia dan Mom Bloggers Community, yaitu “Nurture the Nature – Montessori Approach in Parenting Young Children“. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Montessori Made Simple yang diselenggarakan pada tanggal 22 Juli 2018 di Greenhouse Cowork, Jakarta. Materinya sangat bermanfaat bagi para ibu-ibu dan bapak-bapak yang memiliki anak berusia muda. Penasaran kan? Yuk silahkan baca lebih lanjut ya!

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple


Sekilas mengenai Montessori Haus Asia (MHA), lembaga yang didirikan pada tahun 2017 ini bergerak di bidang konsultasi pendidikan dan pelatihan untuk guru dan orang tua, khususnya pelatihan Montessori. MHA memiliki paket pelatihan yang lengkap untuk para guru, orang tua, sekolah atau pengusaha yang tertarik untuk menerapkan Metodologi Montessori di sekolah mereka, mendirikan sekolah Montessori atau early childhood education dan juga program pelatihan guru Montessori.

MHA membuat Montessori dan early childhood education yang berkualitas, sederhana dan terjangkau untuk semua orangtua (Montessori for everyone) dengan tagline #MontessoriMadeSimple. Sampai sekarang sudah terdapat 3 pusat pelatihan MHA dan juga berbagai kemitraan di seluruh Indonesia. Terdapat certificated class seperti Montessori Express (25 jam) dan Professional Dipolma in Early Years Montessori & Entrepreneurship (208 jam). Ada juga Kidsplay dimana anak bisa bermain Montessori bersama MHA di Greenhouse Campus MHA, Jakarta.

Saya melakukan survey kecil-kecilan di instastories mengenai common knowledge atau pengetahuan umum followers saya (mayoritas perempuan berumur 25-34 menurut analytics) mengenai Montessori. Dari sekitar 30-50 orang yang menjawab per pertanyaan, hasilnya adalah :

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Wah ternyata hampir setengahnya ya belum familiar dengan Montessori. Banyak juga yang menganggap Montessori itu mahal. Memang beneran mahal ya? Apanya sih?


Sedikit penjelasan terlebih dahulu, Metode Montessori adalah metode belajar yang digagas oleh dr. Maria Montessori, seorang dokter dari Itali. Metode Montessori memiliki pendekatan yang berpusat pada anak. Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Jadi banyak hands-on activities dimana anak dituntut aktif dan kritis dalam penyerap ilmu, karena Maria Montessori percaya bahwa pendidikan diperoleh dari pengalaman dan interaksi anak dengan lingkungannya.

Montessori sendiri dibagi menjadi lima area kunci yaitu

  • Practical Life : seperti membersihkan tempat main, menuang gelas, dll
  • Sensorial : berkaikat dengan indra
  • Mathematics : kemampuan berhitung
  • Language : kemampuan berbicara dan merangkai kata
  • Culture : pengetahuan mengenai budaya

Sekarang banyak sekali komunitas Montessori di berbagai kota seperti Jakarta Montessori, Islamic Montessori, Montezorg, dll. Banyak juga hashtag di social media yang menunjukkan berbagai cara untuk “memainkan” Montessori dengan anak. Hmm, makin menarik untuk dipelajari nih.

Baca Mendidik Anak Menjadi Tanggap yang Lengkap


Acara dibuka dengan sambutan oleh Ibu Rosalynn Tamara, founder Montessori Haus Asia Indonesia, dan dilanjutkan dengan sedikit ice breaking games. Tidak lama setelah itu, kami diperkenalkan dengan Mr. Allan Ang, dari MHA Singapore, yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai Montessori Specialist.

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Mr. Allan memberikan sedikit penjelasan kenapa banyak sekali yang menggangap Montessori itu “mahal”. Memang peralatan dan juga sekolah berbasis Montessori termasuk kategori high class.

You know someone’s status not by looking at their car, but knowing that their children is enrolled in an Montessori School”, ujar Mr. Allan.

Hahaha bener juga. Beberapa teman juga curhats di IG Q&A kalau memang peralatannya cukup mahal, tapi ada yang menganggap itu investasi  juga. Banyak pandangan deh soal Montessori ini.

Tapiiii, dulu Maria Montessori mengembangkan metodenya dengan peralatan yang mudah dan dapat ditemukan dirumah loh. Oleh karena itu, ada movement #MontessoriMadeSimple yang dilakukan oleh MHA agar semakin banyak yang paham Montessori dan juga bisa menerapkannya dengan barang sehari-hari yang bisa ditemukan dirumah.

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Contoh yang Mr. Allan berikan pada saya adalah mengenalkan sebuah botol air minum ke anak. Ya, sebuah botol air minum saja. Tapi banyak sekali hal yang bisa dilakukan.

  • Kita bisa menjelaskan ini adalah botol plastik.
  • Kita bisa mengajarkan membuka dan menutup botol itu.
  • Kita bisa mengajarkannya untuk menuang air dari dan ke dalam botol.
  • Kita bisa mengajarkan untuk memasuk dan mengeluarkan sedotan dari dalam botol.
  • Kita bisa mengajarkan konsep penuh, setengah penuh dan kosong.
  • Kita bisa … (isi sendiri ya, capek hahaha)

Nah dari sebuah botol, banyak sekali kan yang bisa kita ajarkan ke anak. Jadi jangan anggap Montessori itu harus beli semua alat, semua buku dan melakukan semua hal yang terkesan ribet ya. It is really this simple! Berarti kita sebagai orang tua harus kreatif dalam menciptakan sesuatu yang menarik bagi anak sekaligus menambah wawasannya dari barang yang ada di sekitar rumah.

Baca Pentingnya Tanggap yang Lengkap agar Anak Hebat

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple


Dalam sesi ini juga, Mr. Allan menjelaskan mengenai 3 poin penting dalam Montessori yaitu :

A. Make the child understand everything in the environment. 
Buatlah anak familiar dengan lingkungannya. Ajarkan dia banyak hal yang kelak akan berguna untuk masa depannya. Disinilah area Practical Life dalam Montessori banyak berperan. Karena anak yang mengenal lingkungannya dengan baik, akan menjadi anak yang mandiri di kemudian hari. Sebagai contoh anak-anak usia dini diajarkan cara memakai sendok dan garpu dengan baik, minum dari gelas sendiri, membersihkan mainannya, mengancing baju, dll.

Tanpa kita sadari, kebiasaan itu akan terus diingat dan dilakukan anak dalam kesehariannya. Tujuannya mengajarkan dia hal-hal tersebut adalah agar dia bisa melakukannya sendiri/mandiri di usia muda. Kita sebagai orang tua tidak tau sampai kapan kan kita bisa bersama anak kita? So guide them to be independent while we can. *hiks jadi mellow*

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

B. Let go of our own adult ego.
Naah ini nih! Kadang kita punya hopes and dream atau keinginan anak kita kelak menjadi A, B atau C atau A B C sekaligus. Yang kita perlu ingat dalam Montessori adalah, the child is the leader. Anak kita yang memegang kendali. Kita hanya sebagai stage builder atau fasilitator yang membantu anak kita bersinar dan menggunakan potentialnya dengan optimal.

Bukan berarti anak dilepas begitu saja ya, no no. Semua ini sejalan dengan tema workshop Nurture the Nature. Nature adalah faktor genetik sementara nurture adalah faktor lingkungan dan cara pengasuhan yang membentuk kita di kemudian hari.

Tulisan L. Sravanti pada tahun 2017 di Indian Journal of Psychiatry mengungkapkan bahwa selama berbagai fase perkembangan, anak-anak membutuhkan pengalaman yang sesuai yang mendukung minat mereka dalam eksplorasi, eksperimen, dan pengarahan diri. Memodifikasi cara pengasuhan kita agar selaras dengan sifat anak akan menghasilkan hasil yang baik dan optimal.

C. Everything in the environment has name, everything in the environment has usage, and everything in the environment has place. 
Tugas kita untuk memperkenalkannya kepada anak kita. Semakin banyak stimulasi dan pengetahuan yang diberikan, semakin banyak anak menyerap semua itu terutama di usia 0-6 tahun. Makanya sering mendengar kata-kata The Absorbent Mind? Yap itu adalah otak anak-anak yang sedang merekam semua yang mereka liat, dengar dan rasakan.


Wow, cukup berbobot dan membuat kita berpikir banyak ya. Setelah sesi dengan Mr. Allan, Ibu Rosa memperagakan salah satu kegiatan Montessori Mathematics yang dapat dilakukan pada anak umur 4 tahun keatas. Oiya untuk bagian matematika, seorang anak harus bisa menguasai bahasa terlebih dahulu ya, kalau tidak akan lebih susah diterapkan.

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Ibu Rosa menunjukkan cara berhitung pertambahan dengan konsep Montessori yang sangat visual dan mudah dimengerti oleh anak usia dini karena menggunakan alat peraga. Saya menjadi salah satu volunteer dan berhasil mendapatkan goodybag berkat ini hihihi.

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Acara selesai dengan pembagian hadiah best posting di social media dan beberapa quiz dadakan dari Ibu Rosa. So far I had a great day! Kapan lagi belajar mengenai Montesssori seseru ini? Nah bagi yang ingin tau lebih lanjut, silahkan kunjungi instagram MHA di @montessorihausasia dan website MHA. Ibu Rosa sering ada IG Live loh soal berbagai permainan Montessori, cusss di follow! Bagi yang serius ingin mendalami Montessori, bisa mengambil kelas di MHA. Ada sertifikatnya juga loh!

Oiya, semua peserta juga mendapatkan Montessori Made Simple sehingga kita bisa melakukan Montessori di rumah! Yeay, terima kasih MHA & Game Montessori (@gamemontessori)! Akhirnya bisa merintis melakukan Montessori bersama anak hihihi. Penasaran seperti apa dalamnya? Tonton video unboxing dibawah ini yaa. Oiya Rio senang banget main Montessori dari trial kit yang sudah dimodifikasi untuk kemampuannya, yaitu memindahkan kacang hijau dengan sendok hahaha. Lumayan Ibu bisa santai sejenak sementara dia sibuk main.

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Yang menarik disini adalah kita sebagai orang tua, selain menahan ego, kita harus BERSABAR. Iya saya beberapa kali gemas dengan Rio yang menumpahkan kacang hiijau kemana-mana *sigh*. Tapi saya sadar bahwa itu adalah proses belajar. Kalau dimarahi atau diburu-buru, bisa jadi dia tidak mau bermain lagi atau bahkan sampai tidak memiliki kepercayaan diri kelak. Malah jadinya apa-apa sama Ibunya, kan kita pengennya anak kita mandiri, betul?

Hal ini juga dikupas di dalam sesi workshop dimana Ibu Rosa mengungkapkan kalau Metode Montessori memang terkesan lambat dan membosankan. Bagi siapa? Ya bagi orang tua. Bagi anak kecil itu merupakan hal yang baru dan stimulasi yang baru. Wajar butuh waktu untuk mencerna semua itu. Makanya kegiatan Montessori disarankan dilakukan bertahap sesuai dengan umur dan kemampuan anak. Jika anaknya cepat mengerti, ya kita bisa dengan cepat melakukannya. Begitu pula dengan sebaliknya. Ingat, sabar adalah koentji!


Ngomongin pendidikan memang bikin laper hahaha. Untung pada saat event kemarin, kita sudah menyicipi paket Ayam Gepuk Mpo Oneng (@ayamgepukmpooneng). Nasinya banyak dan pulen plus ada tambahan tempe goreng juga. Cocok sih untuk event workshop seperti ini karena praktis cukup makan di nasi box. Bagi kalian yang berada di daerah BSD, bisa langsung order via GoFood. Praktis banget!

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Ada juga snack Granola yang diberikan oleh @healthy.food.partner, sebagai salah satu cemilan sehat yang bisa dimakan oleh para peserta selama workshop. Bungkusnya gede dan isinya banyak jadi akhirnya dibawa pulang saja hahaha. What a healthy snack for the brains. Pas lah biar bisa menangkap materi yang diberikan hari ini. Cukup mengenyangkan juga loh ada berbagai grains, kacang-kacangan dan juga kismis di dalamnya. Rio aja suka pas saya kasih sedikit hihi.

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Selain materi, kita juga dapat goodybag dari para sponsor! Salah satu barang di goodybag yang bikin saya senang adalah Interlac. Yap, akhirnya bertemu lagi dengan probiotik yang satu ini. Kali ini, semua peserta diberikan sample Interlac sachet. Interlac adalah probiotik yang pernah digunakan saya dan Rio untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Apa itu probiotik? Silahkan baca di postingan Mengatasi Gangguan Pencernaan Pada Anak dan Bayi dengan Probiotik ini ya atau kunjungi website Interlac di http://www.interlac-probiotics.com/ 😀

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Yang jelas, ga ada deh yang namanya konstipasi atau diare selama pencernaan kita sehat. Salah satunya ya dengan menkonsumsi probiotik seperti Interlac. Senang dapat tambahan stock Interlac dirumah hihi. Praktis pula yang dalam bentuk serbuk tidak berasa sehingga bisa langsung dilarutkan ke dalam air.

FYI Interlac mendapatkan predikat GRAS (Generally Recognized as Safe) dari US FDA. Ini adalah sertifikasi keamanan tertinggi untuk suplemen makanan. Jangan takut juga ya, BPOM tidak mengkategorikan Interlac sebagai obat tapi sebagai suplemen. Jadi aman untuk dikonsumsi bayi hingga orang dewasa kapan saja.


Sekian tulisan panjaaaang saya mengenai workshop Montessori. Semoga bermanfaat ya 🙂 Sudah siapkah ibu ibu bapak bapak dalam ber-Montessori Made Simple di rumah bersama anak? Kalau sudah, silahkan komen dibawah ini ya! Berikut adalah beberapa komentar yang saya dapatkan dari beberapa teman dan followers di Instagram. Thank you mbak @asriwiweko, mbak @devaina, mak @_mamamels, mak @bancetijo, mak @pamelchia, mom @ericapuspa dan @isthiud atas insightnya! 😀

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

Foto by Amallia Sarah (Mom Blogger Community)

Montessori Haus Asia Presents "Nurture the Nature" - #MontessoriMadeSimple

You may also like...

53 Comments

  1. Yess right Montessori itu gak mahal, Simple, wah kalo baca ulasannya semakin menarik aja ya untuk belajar metode ini. Btw aku lucu liat si dedeknya mindahin kacang ijo cocok deh Montessori buat sesuai umurnya kan kalo anakku udh 5tahun jadi ia tanam tuh kacangbijonya hehe.

    1. Faradila D. Putri says:

      Iyaa mbak 🙂 malah pengen explore lebih dalam yaa. Hahahaha iya abisnya lagi melatih kemampuan motorik halusnya, jadi sekalian aja dipakai main pindah-pindah hihi. Naah, kalau udah 5 tahun tentu banyak yaa yang bisa dilakukan bersama, seru!

  2. Wajib ber-Montessori Made Simple di rumah nih mbak. Bisa mempererat hubungan antara ibu dan anak juga kalau dilakukan setiap weekend, ya setidaknya setiap weekend harus disempatkan lah ya mbak, apalagi demi anak dan tumbuh kembangnya

    1. Faradila D. Putri says:

      Iyaa betul, karena kalau banyak mainan tapi kita ga nemenin juga percuma ya mbak. Yang dicari ya quality time ituuu

      1. Yups mbak, sayangnya ya itu, kebanyakan para orangtua sibuk dgn mereka masing2. Duh, moga kita tdk termasuk orangtua seperti itu ya mbak

  3. metode Montessori ini lagi hits ya beberapa tahun belakangan, aku juga sempet pengen nyari sekolah model gini di Bandung tapi rupanya belum banyak 🙁 kalaupun ada harganya gila2an, huhuhuu

    1. Faradila D. Putri says:

      Iyaa ciii, yampun klo liat harganya jadi pengen puasa sepanjang tahun hahaha. Makanya dirumah aja biar murah meriah 😀

  4. Kalau semua orang tua mempelajari Dan memahami Kunci utama Montessori bisa dibayangkan next generation jadi orang hebat semua ini.

    1. Faradila D. Putri says:

      Betul mbak! Asal kita bisa memaksimalkan potensi anak, insya Allah akan sukses semua.

  5. kalo baca ini menarik ya, sebenarnya sederhana, cuman udah kepikiran mahal duluan, padahal belum tau banyak

    1. Faradila D. Putri says:

      Iyaa bener mamanda, aku juga jiper liat peralatannya duluan hahaha

  6. alhamdulillah dulu sekolah aku dari kecil pake metode kaya gini hehehe, kayaknya jaman aku kecil masih jarang ya baguslah sekarang udah semakin banyak dna orang tua udha semakin melek dengan metode ini

    1. Faradila D. Putri says:

      Waaah you are so lucky reiput! Bener, ini metode bagus ya 😀

  7. Waktu itu saya diundang juga oleh MBC untuk acara ini. Sayangnya saya mengundurkan diri soalnya harus pindahan rumah. Jadi ada perasaan sedih juga ketinggalan ilmunya

    1. Faradila D. Putri says:

      Yaaah, tapi insya Allah nanti ada kesempatan lain mbak 🙂

  8. Secara tdk langsung yg biasa diterapkan di rumah jg masuk metode montesori ya, aku juga punya target buat anakku nanti ngajarin kayak gini di rumah dan pilihs sekolahnya yg sesuai hehe thanks for sharing mbak faraaa

    1. Faradila D. Putri says:

      Iya reiin bisa banget hehehe. Sama sama bumiil 🙂 sehat-sehat yaa

  9. Metode Mentosori memang wajib diterapkan nih ya buat ibu-ibu muda agar si anal bertambah kreatif dan cerdas.

    1. Faradila D. Putri says:

      Iyaa, lumayan bisa mengasah otak anak dan ibunya juga hehehe

  10. dilaa thank you sharingnya.. bener, montessori enggak selalu mahal, butuh kreativitas orang tuanyaa juga..

    1. Faradila D. Putri says:

      Sama-sama kak aya hehehe iyaa yang penting orang tuanya kreatif!

  11. Metode belajar montessori mulai tenar ya Mbak akhir2 ini. Memang cocok banget buat anak2 usia dini, kontekstualnya itu loh yg bikin pas dg perkembangan otak anak.

    1. Faradila D. Putri says:

      Bener bangeeet. Makanya sekarang marak semua serba Montessori 😀

  12. SERU ya Montessori! ❤️ gak hanya anaknya yang hepi, ibu nya pun ikutan bahagia belajar bersama.. Padahal Montessori ini udah lama banget ada tapi kenapa baru-baru ini aja ya jadi trend?

    1. Faradila D. Putri says:

      Naah mungkin karena demand pasar kali ya mbak? Dulu belum ada internet jadi taunya yang sebatas di lingkungan sekitar aja hehehe

  13. Waktu daku sekolah nggak pakai metode ini sih, hehehe… Tapi senang dengan adanya Montessori bisa jadi warna baru dunia pendidikan biar lebih maksimal

    1. Faradila D. Putri says:

      Aku juga pas sekolah ga ada kaya gini hehehe. Iyaa senang ada alternatif metode pendidikan

  14. waahhh keren ya kalo montesensori bareng2 gini.. jd banyak info.. ternyata 1 barang pun bisa jd banyak permainan ya mbak

    1. Faradila D. Putri says:

      Iyaaa aku suka banget jadi ga harus beli banyak barang hehehee

  15. Waktu awal kenalan sama montessori aku itu bilang “ah, males pasti ribet pasti mahal tiap ortu kan punya gaya sendiri.” kd perlahan2 pas tau ‘gimana cerita’ nya akhirnya manggut2 sendiri. Oh, tyt sesimple itu. Haha. Jd bahasa montessori ini entah knp mgkn dulu terdengar asing n jelimet jd ga mau kepo. Skrg Alhamdulillah sdh byk yg sharing ttg ini.

    1. Faradila D. Putri says:

      Hahaha aku banget iniii. Jiper pas liat banyak penjelesannya tapi prakteknya relatif gampang juga ternyataaa

  16. Ternyata Montessori itu emang simple yaaa… Kita mengambil materi bisa langsung dr hal2 yg ada di sekeliling kita, sekeliling anak, gtu…
    Rio lucu banget mindah2in kacang ijo gtu…. Melatih motorik jg yaa

    1. Faradila D. Putri says:

      Betuuul mbak. Harus kreatif ya kita sebagai orang tua. Hihihi makasih mbaak. Kemarin muter otak cari aktivitas yang masuk untuk umurnya Rio pake trial box 😀

  17. I love montessori. Bukan sekeear material, tapi filoaofinya. Walaupun materialnya pun menarik banget ya

    1. Faradila D. Putri says:

      Toss mbak sama 😀

  18. Di kasus saya, nyiapin printilannya itu dan harus kreatif itu yang bikin tantangan. Suka stuk sama ide. Tapi jadi lebih semangat aku buat nyiapin kegiatan montessori anak dirumahZ

    1. Faradila D. Putri says:

      Hahaha aku awal2nya juga gtu mbak. Lama lama makin terbiasa 😀

  19. Menahan ego dan tetap sabar memang sulit, semoga bisa terus menahan ego dan tetap sabar mengajari anak mentessori. Keren acaranya mbak, ulasannya juga lengkap.

    1. Faradila D. Putri says:

      Betuuul harus super sabar sama anak yaaa. Makasih mbak 🙂

  20. Nah kalau mau mulai montessori harus siap mikirin kreativitas barang bekas yg bs diubah jd mainan edukatif. Aku juga suka banget montessori bener-bener bikin anak berkreasi dan mudah dipahami anak.

    1. Faradila D. Putri says:

      Makanya ibunya juga harus puter otak ya biar selalu ada ide hehehe

  21. Sudah sering sih baca sekilas tentang montessori. Tapi belum pernah selengkap ini. Jadi kepikiran nih buat mulai pakai metide ini ke anakku..

    1. Faradila D. Putri says:

      Thank you mbak 🙂 yuk bisa banget dicobain di rumah

  22. Nyesel banget waktu itu cancel invitation ini huhu padahal pengen terapin metode ini untuk si kecil. Izin bookmark lamannya yaa Mbak untuk aku baca lagi di kemudian hari ^^

    1. Faradila D. Putri says:

      Yaaaah 🙁 tau gitu bisa ketemu ya mbaak. Sippo mbak silahkan 🙂

  23. Praktek Montessori sepertinya gak sulit, ya. Di rumah pun bisa 🙂

    1. Faradila D. Putri says:

      Iyaaa benar benar #MontessoriMadeSimple 😀

  24. Ternyata masih banyak yg belum tau montessori yaa mba. Sama akupun ngadain polling di instastiry n hasilnya masih byk yg belum tau.

    1. Faradila D. Putri says:

      Iyaaa ternyata masih banyak yaa yang belum familiar.

  25. Bagus banget neh mengedukasi orangtua dan anak juga tentang metode montessori tumbuh kembang anak.

  26. Montessori kalo digabung dengan metode pembelajaran islami makin top deh.

  27. Menariiiiiikkkkk!!! Makin semangat belajarnya ni, setelah tau montesori bisa dibikin simple. Makasi ya mak, sharingnya :*

  28. Owwhh…jadi ngerti kenapa montesori di bilang mahal…mau yang berkualitas pasti ada harganya ya mba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.