Uncategorized

Ibu vs. Ruam Popok? Perlukah Kita Khawatir?

Pada
hari Sabtu, 29 April 2017, saya diundang untuk hadir ke Talkshow dan Mom
Gathering dari Sleek Baby di venue Mother and Baby Fair 2017. Hore akhirnya ada alasan pergi ke M&B Fair ini hahaha. Talkshow ini membahas
cara “Alami Melindungi” buah hati dan menghadirkan dr. Lula Kamal, Danesya
Juzar (founder Productive Mamas) dan Meliana Widodo (Group Brand Manager Sleek)
sebagai narasumber. Sebagai ibu baru, tentu saya tertarik ikut talkshow ini
karena kadang kita merasa khawatir dengan kondisi bayi kita. Duh, bener ga sih
apa yang sudah kita lakukan? Apa nanti ada dampaknya ke tumbuh kembang anak?
Banyaaaak banget pertanyaan deh kalau sudah menyangkut kesehatan dan kondisi
anak.

Ibu vs. Ruam Popok? Perlukah Kita Khawatir?

Ketiga narasumber

Sebenarnya
sih wajar ibu baru ataupun ibu lama bahkan nenek menjadi khawatir. Ibu Meliana
menyatakan riset telah membuktikan bahwa bayi berumur 0-3 tahun daya tahan atau
imunitas tubuhnya belum terbentuk sempurna. Oleh karena itu, bayi lebih rentan
terhadap serangan bakteri, kuman dan penyakit
. Naaah makanya sebagai ibu kita
sangaaat perhatian terhadap apa yang dikonsumsi bayi, termasuk apa yang
dipakai, kebersihan tubuh dan juga kesehatan kulit.

Ibu vs. Ruam Popok? Perlukah Kita Khawatir?

Dokter
Lula menambahkan bahwa sebenarnya kekhawatiran ibu bisa menjadi hal yang
positif ataupun negatif
. Positif dalam artian seorang ibu menjadi concern dan
mencari lebih banyak informasi. Dengan begitu, seorang ibu mendapatkan
informasi dan ilmu baru yang dapat diterapkan. Kalau negatif yaaa ibu akan menjadi
cuek, depresi dan menyebabkan semua aktivitas berantakan. Duh, jadi lebih ribet
lagi deh urusannya. Makanya penting bagi kita untuk mempunyai support system
anti-panik yang bisa dihandalkan. Biasanya kalau saya super panik Rio muntah,
ada Arga yang bisa menenangkan kekhawatiran saya. Pokoknya saling melengkapi
deh (ciee).

Ibu vs. Ruam Popok? Perlukah Kita Khawatir?

Arga dan Rio (yang sedang bobo) setia menemani 

Saya beruntung bisa bertanya ke dr. Lula dan Danesya di talkshow tersebut. Pertanyaan saya merupakan salah satu pertanyaan populer (kayanya ya hahaha) yaitu bagaimana caranya menenangkan ortu atau mertua yang panik? Naaah banyak solusi nih dari para narasumber. Danesya menyatakan bahwa dia suka membawa ibunya ke acara talkshow dan seminar parenting. Sehingga ibunya juga update dengan informasi dan ilmu terkini soal tumbuh kembang bayi. Win-win solution sih soalnya kita kesannya ga mengurui kan ya hahahaha. Nah dr. Lula memiliki sistem mengedukasi ibu masing-masing. Maksudnya adalah jika ada hal yang ingin disampaikan ke ibu sendiri, maka kita yang komunikasi. Sementara jika ada hal yang ingin disampaikan ke ibu mertua maka suami yang menyampaikan.

Ibu vs. Ruam Popok? Perlukah Kita Khawatir?

Salah
satu kekhawatiran terbesar ibu jaman sekarang adalaaaah ruam popok! Ruam popok
atau diaper rash adalah peradangan pada kulit bayi di area yang tertutup popok,
dan umumnya terjadi pada bokong.
Ruam popok umumnya terjadi pada dua tahun
pertama, terutama ketika bayi berusia sembilan bulan hingga satu tahun. Ruam
ini juga bisa kambuh selama anak Anda masih memakai popok. Jaman sekarang
sebagian besar ibu pasti menggunakan popok sekali pakai, baik seharian maupun
untuk tidur malam. Nah, pemakaian yang intens ini yang dapat menyebabkan ruam
popok.

Gejala
ruam popok
adalah kulit yang tampak memerah, terutama pada bokong, lipatan
paha, paha, dan sekitar alat kelamin bayi. Bagian tersebut bergesekan dengan
plastik popok dan bisa menyebabkan iritasi ringan yang berujung ruam. Selain
itu, bayi yang bertambah rewel. Yaa terutama pada saat bagian yang biasanya
tertutup popok disentuh atau dibersihkan. Kan sakit yaaa kalau kulit sama
plastik bergesekan terus. Kita aja yang menstruasi suka ga betah ya pakai
pembalut. Apalagi bayi yang sehari-hari pakai diaper dan ga bisa protes,
kasiaaaan. Lebih parah lagi jika ruam popok yang menyebar hingga ke luar bagian
kulit yang tidak tertutup popok, demam dan muncul luka melepuh bahkan bernanah.
Nah harus segera ke dokter tuh!

Ibu vs. Ruam Popok? Perlukah Kita Khawatir?

Tuh ruam popok kaya di boneka bayi. Sedih ya kalau anak kita beneran kena ini


Apa
sih penyebab ruam popok?

Alodokter.com
menyatakan bahwa terdapat beberapa hal yang menyebabkan ruam yaitu :

  1. Kontak
    yang terlalu lama dengan urine dan tinja
    . Jika dibiarkan terlalu lama dalam
    popok, urine dan tinja dapat memicu iritasi pada kulit bayi yang sensitif.
  2. Gesekan
    dan lecet
    , misalnya karena popok yang terlalu ketat.
  3. Iritasi
    karena produk bayi yang baru digunakan
    . Contohnya, sabun, bedak, detergen, atau
    bahan pelembut pakaian.
  4. Mengonsumsi
    antibiotik
    . Ketika bayi mengonsumsi antibiotik, bakteri alami yang berfungsi
    menjaga pertahanan kulit juga ikut mati, sehingga ruam popok bisa muncul akibat
    infeksi jamur atau bakteri jenis lainnya.
  5. Pengaruh
    jenis makanan baru
    . Struktur tinja serta frekuensi buang air besar pada bayi
    akan berubah ketika bayi mulai mengonsumsi makanan padat. Perubahan ini dapat
    memicu ruam popok. Untuk bayi yang minum ASI, makanan, minuman, atau obat yang
    dikonsumsi oleh ibu, juga akan berpengaruh.
  6. Kulit
    sensitif
    . Bayi yang mengidap penyakit kulit eksim, lebih beresiko terkena ruam
    popok.
  7. Infeksi
    bakteri atau jamur
    . Kulit yang tertutup popok cenderung lembap dan hangat
    sehingga meningkatkan kemungkinan tumbuhnya bakteri dan jamur.

Terus
cara mencegah ruam popok bagaimana?

Nah
penting nih buat ibu-ibu baru. Usahakan ganti popok setiap 2-3 jam sekali untuk
menghindari kulit yang terlalu lembab. Jangan lupa untuk membersihkan dan
keringkan kulit
area popok dengan sempurna. Oleskan diaper cream seperti Sleek
Baby Diaper Cream setiap mengganti popok. Oleskan secukupnya hingga tempat yang
rentan terkena ruam tertutupi yaaa, termasuk lipatan selangkangan dan perut
atas. Oiya, saya juga baru tau loh ternyata diaper cream itu wajib dalam
mencegah terjadinya ruam. Jika sudah ruam, maka yang dipakai adalah obat dan
itu lebih ribet lagi karena harus ke dokter, tebus obat, dll. Mendingan
mencegah kan ya daripada mengobati? Terakhir, pasang popok dengan pas. Usahakan
ukuran popok sesuai dengan bayi yaaa, jangan terlalu ketat. Kasiaaan sesak
hehehe.

Ibu vs. Ruam Popok? Perlukah Kita Khawatir?

Kenapa
Sleek Baby Diaper Cream?

Produk yang baru dilaunching ini ternyata memiliki
formula yang aman, bahkan bisa untuk bayi yang baru lahir loh. Diaper cream ini
mengandung bahan alami seperti ekstrak daun olive, chamomile, ekstrak bunga
matahari, ekstrak alpukat, shea butter dan argan oil. Bahan-bahan tersebut
berguna untuk melindungan kulit dan berfungsi sebagai natural anti-irritant dan
moisturizer. 

Ibu vs. Ruam Popok? Perlukah Kita Khawatir?
Ibu vs. Ruam Popok? Perlukah Kita Khawatir?

Tampilan produk baru Sleek

Oiya, ternyata cream ini memiliki pH 5.5 yang sama dengan kulit
bayi. Plus cream ini sudah dematologically dan clinically tested terbukti mencegah
dan menyembuhkan ruam popok. Nah udah paket lengkap nih, semoga setelah memakai
Sleek Baby Diaper Cream, Rio bisa terhindar dari ruam popok ya!

Ibu vs. Ruam Popok? Perlukah Kita Khawatir?

Rio dan ibunya. Masih tidur ternyata hahaha

Ibu vs. Ruam Popok? Perlukah Kita Khawatir?

Produk-produk andalan Sleek

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.