Family, Health, Parenting, Tips

Kiat Menjaga Anak Tetap Sehat di 1000 Hari Pertama Kehidupan

Hello moms and dads! Ga kerasa bulan ini Rio menginjak 21 bulan. Yap, kurang lebih 3 bulan lagi, anak pertama saya akan berulang tahun yang kedua. Berarti sebentar lagi, dia akan menyelesaikan 1000 hari pertama dalam kehidupannya. Wow time do really flies!

Icip Masakan Oma di Waroenk Talubi Kuliner Bogor

Apa itu 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)?
Hari-hari pertama kehidupan anak ini adalah fase yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Selang waktu 1000 hari pertama, yang termasuk  fase kehamilan (270 hari hingga anak berusia 2 tahun (730 hari), diibaratkan sebagai pondasi seseorang dalam kehidupannya. Tidak hanya pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan mental dan kecerdasannya didasari oleh input & stimulasi yang diberikan, pengalaman dan kejadian yang terjadi di 1000 hari pertama.

Baca Pentingnya Nutrisi di Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan

Kalau diliat perkembangan Rio, saya hanya bisa mengucap alhamdulillah karena cukup mulus sejauh ini. Alhamdulillah juga telah menyelesaikan ASI eksklusif dan lanjut hingga 17 bulan (abis itu dia menyapih sendiri – that’s a whole different story). Alhamdulillah jarang sakit, ya paling standar batuk, pilek dan demam. Nothing too serious. 


Setelah beberapa bulan MPASI, berat badan dan tinggi badannya naik tapi tidak secepat masa ASI eksklusif. Sempat segitu-gitu aja dan meskipun naiknya cuman 100-200 gram per bulan, itu sudah alhamdulillah! Agak was-was juga sih ya. Kenapa was-was? Takut Rio stunting. Yap, akhir-akhir ini banyak sekali artikel yang membahas tentang stunting, sehingga dari 73% dari followers saya di Instagram (yang berpartisipasi dalam polling) sudah mengenal stunting dan bahayanya.

Menurut Kementrian Kesehatan,

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Stunting ini tidak hanya mengancam si anak saja, tapi juga merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia, terutama di Indonesia. Hal ini juga menjadi ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa karena selain terganggu perkembangan fisik, perkembangan otaknya juga akan terpengaruh. Bahkan, ahli ekonomi memprediksi bahwa stunting bisa mengurangi GDP suatu negara sebesar 12%.

Wah, tidak kerasa ya hal yang begitu kecil bisa mempengaruhi banyak hal! Oleh karena itu, kita harus memerhatikan kondisi kesehatan dan gizi anak terutama di 1000 hari pertama ini. Nah, saya mau sharing nih beberapa hal yang saya lakukan demi menjaga kesehatan anak saya, terutama di 1000 hari pertama. Semoga dengan melakukan hal ini, Rio bisa terhindar dari stunting, aamiin! Apa saja? Silahkan disimak ya 😀


1. Mengedukasi Diri Sendiri

Sebagai calon ibu, tentu semuanya serba baru. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita menggali informasi dan ilmu soal tumbuh kembang dan pola asuh semenjak kita atau istri kita hamil. Saya saja pas hamil 5 bulan udah disuruh-suruh membaca buku dan ikut seminar sama Mama saya.

Hasilnya ya alhamdulillah bermanfaat. Saya tau apa saja yang harus dikonsumsi saat hamil, apa yang perlu dipersiapkan setelah persalinan dan yang paling penting, bagaimana mengurus bayi kelak. Ternyata sebagian besar followers saya (yang melakukan polling) juga melakukan hal yang sama (71%), yaitu belajar cara merawat bayi sejak bayi masih di kandungan.

2. Memberikan ASI Eksklusif & Lanjut Hingga 2 Tahun

Nah kalau ini wajib sekali dilakukan. Banyak sekali manfaat dan nutrisi di dalam ASI yang tidak ada di bahan makanan lain. Jadi usahakan memberikan ASI saja untuk 6 bulan pertama dan selanjutnya tetap memberikan ASI hingga 2 tahun. Sudah banyak ya yang memaparkan soal ini, tapi saya cerita dari pengalaman saya saja ya.

Baca Ibu Hamil & Menyusui, Kalian Luar Biasa!

Meningkatkan ASI dengan Power Pumping

Rio mengonsumsi ASI hingga 17 bulan, dimana dia mulai menolak dan menyapih dini sendiri. Nah perbedaannya terlihat banget nih. Rio lebih sering sakit hiks. Dulu waktu masih minum ASI, sakit ya paling setahun 2 atau 3 kali. Sekarang hampir dua bulan sekali pasti kena batuk pilek. Jelas nyata ya manfaat ASI dan kandungan antibodinya bagi kesehatan anak,

3. Memberikan MPASI dan Makanan Bergizi

Ini yang kadang bikin stress tapi mau tidak mau harus dilakukan. Kita harus memberikan MPASI atau Makanan Pendamping ASI yang bergizi. Saya sendiri berusaha memenuhi kaidah 4* (ada karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan sayur) pada setiap sesi makan anak. Hal ini akan memudahkan kita dan anak untuk mengenal makanan yang variatif dalam rangka menjalankan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang.

Baca Mengenal “Isi Piringku” di Festival Gizi Anak 

Ga bisa kasih ikan salmon? Tenang! Ternyata ikan kembung gizinya lebih bagus! Jadi gunakan makanan lokal yang ada di Indonesia ya, ga kalah bergizi kok. 😉

Review Produk ClevaMama dan Nuby untuk Toddler

4. Memberikan Stimulasi & Memantau Perkembangan Anak

Jangan lupa untuk selalu memantau perkembangan anak, selain memantau pertumbuhannya. Saya sendiri menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yang bisa dengan mudah diunduh di internet. KPSP adalah alat atau instrumen yang berbentuk formulir. KPSP ini digunakan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan.

Rio’s First ELC Experience + Tips Membeli Mainan ELC

Selain KPSP ada juga Tes Denver atau milestones anak dari CDC dan berbagai sumber lainnya. Bingung pakai yang mana? Mungkin saatnya untuk…

5. Rutin Mengunjungi Dokter atau Kader Kesehatan

Saya sendiri rutin mengajak Rio ke dokter anak setiap bulan pada saat umurnya kurang dari 1 tahun. Jadi tidak hanya pas imunisasi atau pas sakit saja. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan anak secara menyeluruh. Kalau ada apa-apa, maka akan cepat telihat dan tertangani dengan maksimal.

6. Ajari Anak Gaya Hidup Sehat

It is never too early to start teaching our kids about healthy living. Sejak Rio kecil, saya sudah mengajarkan dia untuk minum air putih yang banyak, membiasakan cuci tangan, gosok gigi, buang sampah pada tempatnya dan segala hal yang berkaitan dengan hidup bersih dan sehat. Semoga hal ini akan terus diingat dan dilakukan dia sampai besar nanti 🙂

Hidup Seimbang Setelah Menjadi Ibu dengan Pristine 8+


Sekian cerita saya mengenai kiat menjaga anak tetap sehat, terutama di 1000 hari pertama. Karena anak yang sehat itu tidak hanya jarang sakit, tapi juga memiliki tumbuh kembang yang baik, aktif, ceria dan juga bahagia 🙂

Kalau kalian, apa saja kegiatan yang dilakukan agar anak terjaga kesehatannya?

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.