Family, How To, Pregnancy, Thoughts

My Pregnancy Diary II – Masuk Two Stripes Club Lagi!

Welcome back to My Pregnancy Diary II alias season 2! Yes, I am pregnant with my second child, alhamdulillah 🙂 Mohon doanya ya agar saya, bayi dan anggota keluarga lainnya sehat terus. Seperti yang saya lakukan dengan cerita kehamilan waktu hamil Rio (alias My Pregnancy Diary I), saya akan bercerita di blog ini juga ya.

Baca   Throwback of My Pregnancy Story - Satrio

Sama akan ada berbagai tips dan juga review beberapa hal yang terkait dengan kehamilan (as usual, I like to review stuff and tell stories wkwk). So stick around to watch my pregnancy diary unfold.

Kehamilan Terencana Atau Bukan?

Kalau ada yang nanya, ini pandemic baby bukan? Hmm, agak bingung juga menjawabnya bagaimana. Soalnya memang dari Rio masih bayi, saya dan Arga memang planning anak kedua dengan jarak 3-5 tahun dari kelahiran Rio. Biar ga dempet-dempet amat.

Tapi memang ya bayi ini dihasilkan di tengah masa pandemi sih hahahaha. Jadi ya bisa dinamakan juga planned pandemic baby (?). Apa ga serem dil? Ya saya dan Arga sih bismillah aja. Kalau diizinkan sama Allah, insya Allah juga dilancarkan. 🙂

Syarat Punya Adik Lagi

Nah kebetulan juga saya punya “syarat tambahan” sebelum kita mencoba untuk memberikan adik kepada Rio yaitu :

  1. Rio minimal 3 tahun – biar ga pas 3 tahun amat, ngeri di biaya pendidikan huahaha
  2. Rio sudah toilet training alias lepas diapers

Ya minimal sudah mulai mandiri lah dan juga sudah mengerti konsep adik-kakak (kalau bisa). Karena semua itu sudah terpenuhi, jadi kita memutuskan untuk mencoba memberikan adik lagi ke Rio. Yap, that’s our family planning.

Sudahkan Kita Melindungi Masa Depan Keluarga

Karena Rio ulang tahunnya dekat-dekat dengan saya, maka Arga mau adiknya lahir dekat-dekat dengan ulang tahun dia hahahaha. Oke fine. Mulai dari bulan Juli kita mencoba, tapi pas Agustus masih ada dapat haid. Ya kita woles juga sih karena hak prerogatif ngasih anak kan ada di Allah, kita hanya berusaha.

Baca   My Pregnancy Diary - Two Stripes Club!

Mulai Jerawatan & Ga Nafsu Makan…

Masuk pertengah bulan September kok sering ga enak badan ya. Kaya lemesss aja gitu hahaha. Saya kira karena Rio udah pengen ini-itu karena tentu 7 bulan ga kemana-mana pasti bosen ya. Plus dari bulan Agustus, muka saya jerawatan terus. PARAH BANGET DEH JERAWATNYA. Sampai complain di IGS hahahahaha.

My Pregnancy Diary II - Masuk Two Stripes Club Lagi!
Bekas jerawatnya banyak banget HIKSSSS

Pertengah September itu males makan juga. Beneran ga pengen makan apa-apa. Nonton In The Soop BTS yang isinya mereka masak-masak, makan-makan malah bukannya pengen makan juga, tapi malah kenyang. Malah sukses kalori defisit saking malesnya makan apa-apa hahaha.

Terus iseng check-check aplikasi pencatat haid di HP (aku pakai My Calender btw), paling sebentar lagi dapet. Jadi mikir oh ini hormonal kali ya. Siklus saya tuh lebih dari 30 hari, jadi sebulan lebih dikit. Jadi agak telat dari bulan sebelumnya masih normal kan ya.

Telat Seminggu dan Positif Hamil!

Setelah beberapa hari, kok telatnya makin jauh. Udah hampir seminggu! Nah karena testpack cadangan di rumah entah kemana (lupa sudah dipakai atau tidak sebelum dapet di bulan Agustus), jadi minta tolong Arga beliin testpack lagi.

Pas seminggu telat, pada pagi hari langsunglah saya testpack. EH ADA DUA GARIS. Jelas loh. Ga samar-samar. Arga kebetulan ada di rumah (lupa cuti apa WFH HAHAHA), jadi alhamdulillah dia tau langsung mau jadi bapak anak dua. Plus ada yang bisa bantuin nemenin ke dokter kandungan malam itu juga.

My Pregnancy Diary II - Masuk Two Stripes Club Lagi!

Kenapa langsung cari dokter? Jarak dari haid terakhir itu sekitar 6-7 minggu, berarti janin sudah terbentuk. Nah beberapa minggu ini kan saya males makan dan lemes, takutnya janinnya kenapa-napa kalau tidak langsung dicheck. Maka saya memutuskan malam itu harus langsung ke dokter untuk periksa. Kalau beneran positif kan bisa minta vitamin atau asam folat untuk perkembangan janin yang optimal.

Baca   Pentingnya Nutrisi di Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan

Plus saya bertanya ke kakak kelas yang kebetulan dokter, apakah boleh langsung periksa ke dokter kandungan di masa pandemi ini. Katanya memang dianjurkan apalagi di awal kehamilan. Langsung cusss cari dokter kandungan di sekitar rumah.

Mencari Dokter Kandungan yang Tepat di Bogor

Karena lokasi praktek dokter kandungan yang dulu handle Rio cukup jauh dari tempat tinggal sekarang (dulu masih nebeng di rumah Mama sih wkwk di tengah Kota Bogor), jadi saya harus mencari-cari lagi dokter kandungan yang ada di dekat rumah.

Baca   Jadwal Praktek Dokter Kandungan (SpOG) di Bogor 2016

Masa pandemi ini bikin deg-degan juga sih, karena selain harus mencari dokter kandungan yang sreg, protokol kesehatan untuk ibu hamil juga cukup ketat. Ibu hamil masuk ke dalam golongan yang rentan juga karena di awal kehamilan, imun tubuh memang secara alami menurun karena adanya janin.

My Pregnancy Diary II - Masuk Two Stripes Club Lagi!
Courtesy of Pixabay – bukan adiknya Rio yaa hehe

Ingin Dokter Kandungan Yang…

Jadi saya memutuskan untuk mencari dokter kandungan yang kalau bisa :

  1. Perempuan
  2. Praktek selain di rumah sakit untuk check bulanan – misalnya di klinik sendiri
  3. Tidak terlalu lama antriannya – but you know this is quite impossible hahaha
  4. Pro VBAC – I want to try giving birth this way this time 🙂
  5. Jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah
  6. Jam prakteknya pas dengan suami – tapi kalau nggak sih bisa pergi sendiri, tapi Arga ga tega haha

Akhirnya ketemu juga sih satu nama yang hampir memenuhi syarat diatas. Siapakah beliau? Nanti saya tulis di post berikutnya ya sekalian review kliniknya hihi. Biar rajin ngeblog aja sih ini hahaha, karena bulan Oktober kemarin nulis di blognya dikit bangeeeeet… Jadi malu.

Soooo, I’ll see you in the next My Pregnancy Diary blog post very soon! Stay tuned guys ❤

RELATED POST

1 Comment

  1. congratulations

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.