Family, Pregnancy, Thoughts

My Pregnancy Diary – First Obgyn Check-Up

21 Juni 2016

Setelah pada pagi harinya mengetahui bahwa saya positif hamil, Arga langsung menuju ke RS terdekat untuk mengetahui jadwal dokter kandungan agar kami bisa segera periksa. Luckily, RS terdekat hanya berjarak 5 menit dari kostan atau 10 menit berjalan kaki yaitu RS Risa Sentra Medika Selong, Lombok Timur. Jadwal dokter obgyn pada hari itu adalah pada sore hari sekitar jam 5 sore. Berhubung pada saat itu adalah bulan puasa, maka kami memutuskan untuk membeli cemilan untuk buka puasa sambil menunggu giliran periksa. Yaa seperti biasa antrian untuk dokter kandungan memang sering membludak.

image

Tempat check up baby yang paling pertama 🙂 photo courtesy of http://dishubkominfolotim.com/

Setelah sampai, saya mendaftar untuk diperiksa oleh dr. Khoiron Tamami,Sp.OG dan mendapatkan nomor antrian. Selagi menunggu, saya ditimbang berat badannya dan dicheck tekanan darahnnya. Oiya, ternyata di RS sudah disiapkan air mineral dan kurma untuk berbuka, jadi pasien di RS ini sangat diperhatikan. Saya menunggu sekitar 1,5 jam sebelum akhirnya dipersilahkan masuk ke ruangan. Dokter  Khoiron ternyata merupakan salah satu dokter senior. Ini merupakan kehamilan pertama saya. Yaa awalnya agak deg-degan juga sih tapi karena pembawaannya ramah dan kalem, bisa mengurangi sedikit ketegangan pada saat kontrol pertama. Pada kunjungan pertama ini, saya ditanyakan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) dan riwayat kesehatan.  Kemudian dokter menyuruh saya berbaring untuk dilakukan USG pertama. 

Setelah dicheck, alhamdulillah sudah terlihat kantung janin meskipun janinnya belum terlihat. Dari perhitungan HPHT seharusnya saya 5 minggu, namun dari ukuran kantung janin diperkirakan sudah 7 minggu. Padahal saya baru 6 minggu menikah hahahaha (jangan negatif thinking loh, nih baca artikel ini Usia Kehamilan Lebih Tua dari Usia Pernikahan? Jangan Curiga Dulu!). Ternyata memang perkiraan umur bayi selain diperkirakan dari tanggal HPHT, juga dapat dilihat dari ukuran di USG meskipun kadang kurang akurat. Hal ini disebabkan perkiraan umur janin yang berubah-ubah setiap kali check tergantung dengan kalibrasi ukuran yang dilakukan USG. Dokter Khoiron juga menyebutkan alasan mengapa ukuran kantung janin besar adalah ada kemungkinan terjadi pembuahan sebelum saya datang bulan dan bisa selamat melewati peluruhan dinding rahim saat datang bulan. Jika Allah bila terjadilah, maka apapun itu seberapa kecil kemungkinannya bisa terjadi ya :’) 

image

Hai baby, you’re going to be here for 9 months :))

Selain diperiksa keberadaan kantung janin, letak kantung janin juga diperiksa. Hal ini guna mengantisipasi adanya pelekatan di luar rahim (kehamilan etopik). Pelekatan kantung janin di luar rahim akan mengakibatkan keguguran dan persentase janin berhasil tumbuh sangat kecil sekali. Alhamdulillah kantung janin saya pas di rahim. Letaknya klo ga salah di tengah-tengah karena terlihat pada saat alat USG berada di tengah rahim. 

Karena belum terlihat embrio atau janin, dokter menyarankan untuk check lagi sekitar 2 minggu kemudian. Dikhawatirkan klo tidak ada janin, maka itu yang disebut dengan kehamilan kosong dan harus dikuret. Untuk meningkatkan daya tahan, saya diberikan vitamin untuk ibu hamil yang tinggi akan asam folat. Asam folat sangat penting untuk pembetukan awal janin seperti sistem saraf dan jaringan lainnya. Kalau kurang asam folat akan berakibat fatal ke kondisi janin di kemudian hari. Selain itu, saya disuruh minum susu. Bisa susu ibu hamil atau susu UHT biasa, yang penting kalsium tercukupi. Terima kasih banyak dok! 

Sayang itulah pertama dan terakhir kali saya kontrol ke dokter Khoiron, karena sehari setelah mengetahui saya hamil, Arga disuruh pindah ke kantor Jakarta! Alhamdulillah, kehamilan pertama ini bakal saya lalui sebagian besar di rumah orang tua. Memang yaaa bayi pembawa rejeki. :))

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.