Family, Food, Health, Thoughts, Tips

Memilih dan Memberikan Susu untuk Keluarga

Apakah keluarga kalian suka mengonsumsi susu?
Atau malah sudah mengonsumsi susu secara rutin?
Atau sedang bingung memilih susu untuk keluarga?

Saya sedang berusaha nih membuat keluarga saya terutama anak saya mencintai susu. Gimana perjalanan mengenal susu dan juga tips agar anak-anak doyan meminum susu? Saya akan share di postingan ini ya. Silahkan dibaca sampai selesai 🙂


Seperti yang sudah kita ketahui, susu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain merupakan sumber kalsium yang penting bagi perkembangan dan pertumbuhan tulang serta gigi, susu juga mengandung lemak, vitamin A, vitamin B, vitamin D, vitamin K, natrium, magnesium, dan kalium.

Memilih dan Memberikan Susu untuk Keluarga
Courtesy : Pixabay

Dengan segudang vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan, ternyata konsumsi susu masyarakat di Indonesia masih rendah loh! Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2017, konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 16,5 liter/kapita/tahun. Di negara ASEAN sendiri, kita kalah dengan Malaysia (50,9 liter), Thailand (33,7 liter), dan bahkan Filipina (22,1 liter). Cukup jauh ya, padahal susu termasuk salah satu bahan pangan yang penting untuk dikonsumsi.

Baca Kelas Gizi Food For Kids Indonesia & Gizi Pas Anak Cerdas


Saya dulu sempat Sekolah Dasar / Elementary School di Amerika Serikat selama 4 tahun. Alhamdulillah sekeluarga bisa ikut Bapak sekolah S3 di University of Florida hehehe. Nah dari masa saya di sekolah itu, saya mengenal dan mulai mencintai susu. Setiap kali kita makan siang atau sarapan di sekolah, minum yang selalu disediakan adalah susu. Bukan air putih, hanya susu. Ada pilihan susu plain atau susu coklat. Jadi bisa dibilang bahwa sehari saya bisa mengonsumsi 1 hingga 2 karton kecil susu. Pantes sekarang badannya subur eh sehat HAHAHA. Hal ini juga didukung program The National School Lunch Program agar semua murid sekolah bisa mendapatkan gizi yang memadai di sekolah.

School Lunch Memilih dan Memberikan Susu untuk Keluarga
Contoh school lunch

Lain ceritanya dengan adik saya yang datang ketika umurnya masih 3 tahun. Untuk balita atau bayi dibawah lima tahun, kunjungan ke dokter anak rutin dilakukan untuk memonitor berat dan tinggi badan. Karena kami adalah orang Asia yang tentu berat dan tinggi badan kadang dibawah standar CDC, maka diputuskan bahwa adik saya perlu mendapatkan susu bantuan dari pemerintah. Jadi untuk memboost pertumbuhannya, setiap bulan dikasih jatah GRATIS susu dan juga keju oleh pemerintah. Bulan depannya akan di monitor kembali pertumbuhan dan intake susu serta keju oleh dokter anak. Pantesan juga adik saya sekarang jadi tinggi ga kaya saya HAHAHA lagi.

Selain di untuk anak-anak, ada campaign yang super terkenal di akhir tahun 1990an dan awal 2000an (waktu saya disana) yang dinamakan “Got Milk?” campaign. Campaign ini untuk meningkatkan minat masyarakat untuk mengonsumsi susu dengan menampilkan berbagai selebritas, public figure dan bahkan tokoh kartun dengan milk moustache. Gemes kaan? Jadi memang di negara maju, pemerintahnya sangat mendukung masyarakatnya untuk mengonsumsi susu. Something that Indonesia (hopefully) can follow through.

 

Memilih dan Memberikan Susu untuk Keluarga
Courtesy : Got Milk Campaign
Memilih dan Memberikan Susu untuk Keluarga
Courtesy : Got Milk Campaign

Kondisi sekarang gimana? Saya termasuk yang kadang-kadang minum susu. Sudah tidak tiap hari lagi seperti waktu kecil dulu. Kalaupun mengonsumsi susu, saya lebih suka susu dalam bentuk cair dibandingkan dalam bentuk susu bubuk. Selain lebih praktis, saya memang sudah terbiasa sih dengan tekstur susu cair. Kadang suka kaget kalau membuat susu bubuknya tidak tuntas, dan suka ada serbuk-serbuknya hahaha. Untung Arga termasuk yang doyan minum susu baik itu susu sapi atau susu kedelai. Jadi saya juga lama kelamaan cukup sering minum susu juga.

Kin Fresh Milk Memilih dan Memberikan Susu untuk Keluarga

Bagaimana dengan Rio? Sejak usia 1 tahun, Rio sudah saya kenalkan dengan susu cair dalam bentuk susu UHT atau susu segar. Meskipun dia masih ASI, dokter anaknya juga memperbolehkan dia dikenalkan dengan susu cair. Awalnya sih cukup menantang karena yang diminum hanya sedikit sekali. Jadinya Arga harus menghabiskan sisanya hahaha. Tapi dengan berbagai usaha, akhirnya dia sekarang doyan dengan susu cair, bahkan bisa menghabiskan karton berukuran 125 ml dalam 1 – 2 sesi minum hahaha.

Bagaimana cara mengenalkan susu ke anak? Saya bagikan beberapa tips dari saya ya :

Memilih dan Memberikan Susu untuk Keluarga

Sebagai orang tua, kita memang harus jeli mencari susu cair yang kandungannya benar-benar susu. Kalau diperhatikan kan beberapa merk ternyata kandungannya adalah air dan susu skim alias susu bubuk. Jadi saya lebih memilih yang kandungannya susu murni. Saya juga memilih rasa yang paling plain alias rasa full cream. Kenapa? Ini hasil pemikiran bersama Arga sih biar Rio tidak mengonsumsi susu dengan kandungan gula yang tinggi. Selain itu, agar nanti lebih mudah beralih ke susu yang berasa hehehe. Minusnya ya kadungan kalorinya lebih rendah sehingga kenaikan bobotnya tidak secepat kalau meminum susu yang berasa.

Memberikan susu juga harus KONSISTEN. Alias harus dibiasakan secara terus menerus. Jangan lupa gunakan berbagai metode jika satu metode tidak mempan. Saya mencoba memberikannya di gelas, dengan sedotan, dengan sendok, bahkan dimasukkan di dalam makanan (pasta is Rio’s favorite!). Alhamdulillah ketemu metode yang paling cepat yaitu dengan sedotan hihi.

Memilih dan Memberikan Susu untuk Keluarga

Pokoknya semua dilakukan agar Rio mengonsumsi susu dan nutrisi yang cukup pada masa 1000 hari pertama kehidupannya. Oiya, saya juga memberikan susu SETELAH makan dan bukan sebelum makan. Nutrisi lainnya juga harus tercukupi dong ya, makanya wajib untuk Rio menghabiskan makanan berat dulu baru minum susu, bukan sebaliknya.

Baca Pentingnya Nutrisi di Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan


Karena orang Indonesia tidak terbiasa meminum susu setiap hari, kadang pas kita mencoba untuk mengonsumsi susu, ada beberapa masalah yang datang. Kadang kita merasa eneg dan mual. Ini yang suka terjadi kepada saya saat sebelum meminum susu putih hahaha. Saya sudah terbiasa dengan susu yang berasa sehingga kalau melihat atau meminum atau bahkan mencium susu putih, saya sudah *hoek

Beberapa orang juga mengalami diare seperti Bapak saya. Karena tidak terbiasa minum susu, maka ususnya agak kaget. Kita juga suspect Bapak adalah orang yang lactose intolerance atau tidak mempunyai kemampuan untuk mencerna laktosa pada produk yang mengandung susu.

Ternyata jejala mual, kembung, dan/atau diare setelah mengonsumi susu terjadi karena kandungan protein beta casein A1 dalam susu yang bereaksi dengan protein pencernaan lainnya di dalam tubuh menurut pakar gizi, dr. Rizal Alaydrus, MSc. Susu sapi pada umumnya memiliki kandungan protein A1 dan protein A2 dengan rasio 40% dan 60%. Namun seiring dengan berjalanannya waktu dan terjadinya mutasi (which is perfectly natural for organism to mutate), semakin banyak sapi yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A1.

Kin Fresh Milk Memilih dan Memberikan Susu untuk Keluarga

Salah satu solusinya adalah mengonsumsi susu dengan kandungan protein A2 saja, yang dihasilkan dari sapi jenis A2. Di Indonesia sudah ada loh, yaitu Kin Fresh Milk – Susu Berkelas Dari Sapi Teratas. KIN Fresh Milk adalah 100% susu segar dari Sapi A2 yang hanya mengandung Protein A2 (tanpa Protein A1) sehingga lebih mudah dicerna dan nyaman di perut.

Kin Fresh Milk Susu Sapi A2 - Memilih dan Memberikan Susu untuk Keluarga

Sapi A2 Kin - Memilih dan Memberikan Susu untuk Keluarga
Tampilan sapi A2 sama saja kok, hanya genetiknya yang berbeda

Anton Budiharjo, Marketing Manager KIN menambahkan, “Sebagian orang banyak mengalami reaksi pada tubuhnya sesaat setelah mengonsumsi susu dan menganggap hal itu adalah normal. Reaksi yang dirasakan diantaranya adalah rasa tidak nyaman di perut seperti rasa kembung, eneg, bahkan mulas. Padahal seharusnya minum susu sama seperti kita mengonsumsi minuman lain yang tidak menimbulkan respon di perut. Banyak orang menduga hal ini disebabkan karena mereka lactose intolerant, padahal bisa jadi karena tubuhnya tidak dapat mencerna protein A1 yang terdapat dalam susu.”

Baca Bisakah Kita Mencegah Diare Pada Bayi?

Memilih dan Memberikan Susu untuk Keluarga

KIN Fresh Milk tersedia dalam 3 rasa Original, Chocolate dan Coffee. Arga cukup senang karena ada rasa kopi hahaha. Kin Fresh Milk ini sekarang sudah tersedia di mini market dan supermarket terdekat. Ada yang sudah pernah melihatnya? Silahkan share di bagian komen yaa! #SharingisCaring. Untuk info lebih lanjut, silahkan mengunjungi :

Website : www.kindairy.com
Instagram : @kindairyid

So have you got your milk today? 🙂

You may also like...

26 Comments

  1. Aku sekeluarga suka susu, wah ada yang baru dari kin ya. Yoghurtnya juga aku suka yang merk kin. Jadi penasaran sama susunya.

    1. Faradila D. Putri says:

      Iyaaa yogurtnya enak, susunya juga enak. Nanti aku review mbak hihi

  2. Wah campaign nya asyik ya.

    Anak2ku semua doyan susu. Suami juga. Entah kenapa aku kok picky banget ya, jadi minum susu tapi emang pilih2

    1. Faradila D. Putri says:

      Iyaa lucu banget kartun dikasih milk moustache hehehe. Mungkin belum terbiasa kali ya mbak 🙂

  3. Aku sampai sekarang masih minum susu 1x sehari mba. Begitu pun krucils. Bangun tidur langsung aku buatin susu.

    1. Faradila D. Putri says:

      Sehat ya mbak jadinya 😀

  4. Cocok buat anak juga ya mba,,, saya buat diminum sendiri. Anak di kasih susu kotak yang lain 🙂

    1. Faradila D. Putri says:

      Hehehe anak aku suka pengen minum apa yang aku minum mbak. Jadi dikasih aja sedikit hihi

  5. dari kemasannya praktis yaa,
    aku dan anakku juga suka minum susu, tapi yang KIN ini belom coba..

    1. Faradila D. Putri says:

      Cobain mbaak, enaaak loh! 😀

  6. wuih sempat sekolah di Amrik ya mba duh gimana rasanya mba hanya ada susu kalau makan hahaha
    btw aku pengen cobain yang rasa kopi 🙂

    1. Faradila D. Putri says:

      disana air putih ada di drinking fountain yang tersebar di sekolah sih, jadi kalau tambah seret minum dari fountain hehehe. yuk mbak cobaiin, enaaak hehe

  7. Wah rio minum susu kin juga? Sama dong ya kita, full cream nya enak rasanya buat anak-anak ya

    1. Faradila D. Putri says:

      Ini dia minta ibunya hahahaha. Iya dia doyan yang rasa original juga ternyata 😀

  8. Mbak…kalau Mbak Dila sempat elementary school di Amrik..Anakku yang sempat sekolah di sana 2 tahun (2009-2011)ikut bapake S2..aku cuma anter sampe halte school bus saja haha
    Tapi bener sih susu KIN memang bagus karena ramah di perut…Anakku juga suka rasanya

    1. Faradila D. Putri says:

      Waah di kota sama state apa mbak? Hehehe iya dulu klo yang nganter ke bus stop itu Bapakku hihi sekalian jalan jalan pagi. Tapi menyiksa kalau jalan pas winter.
      Iya KIN enak enak rasanyaaa

  9. Rio pinter udah lancar ya nyedt sendiri? hehe
    Aku malah belum pernah nih minum susu Kin, ntr ah mau beli dan coba jg 😀

    1. Faradila D. Putri says:

      Iyaaa mbak hehehe dia paling suka minum pakai sedotan. Yang kopi enak mbak kalau doyan minum kopi hihi.

  10. Wah dedeknya pintar banget ya minum susunya. Sehat selalu ya dedek cantik

    1. Faradila D. Putri says:

      Ini dedeknya ganteng tante bukan cantik hahaha 😀

  11. Aku pun sudah nyobain juga nih susu Kin dan gak bikin sakit perut ya.

    1. Faradila D. Putri says:

      Iyaa aku alhamdulillah ga sakit perut kalau minum susu. Harus dicicip Bapakku sepertinya

  12. aku sering nih liat susu Kin ini di minimarket tp belum pernah kepikiran beli.. setelah baca ulasan Mbak Dila ini jadi pengen nyobain ah, manfaatnya bagus banget 🙂

    1. Faradila D. Putri says:

      Nanti aku review satu satu rasanya mbaak. Tunggu postingan berikutnya ya hehehe

  13. Terkadang y tiap perut itu memang berbeda apalagi yang tidak terbiasa meminum susu pagi2 wah bisa2 bulak balik ke toilet yaa, tp penasaran nih sm susu KIN slain rasa nya yg banyak variant ada kandungan yg bersahabat juga yaa sm perut

    1. Faradila D. Putri says:

      Iyaaa kalau pagi pagi harus berangkat tapi malah bolak balik ke kemar mandi, itu yang menyiksaaa hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.