Event, Family, Health, Parenting, Technology, Tips

Tips Menjaga Psikis Anak Sejak Dini Bersama Halodoc

Hai hai semuaaa terutama para orang tua (dan calon orang tua) yang melipir ke blog post ini. Pasti semua orang setuju bahwa kesehatan anak merupakan suatu hal penting yang perlu diperhatikan. Bagaimana kenaikan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepalanya. Bagaimana anak kita menerima stimulasi yang tepat sehingga milestone penting bisa tercapai, dan masih banyak lagi.

Baca Kelas Gizi Food For Kids Indonesia & Gizi Pas Anak Cerdas

Eh, tapi kok semuanya lebih banyak dititikberatkan di fisik ya? Bagaimana dengan kondisi psikis atau mental anak? Saya jadi teringat quote yang dilontarkan oleh Duchess of Cambridge, Kate Middleton yaitu :

“The mental health of our children must be seen as every bit as important as their physical health.”

This is so true! Berdasarkan polling Instagram Stories yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu (dengan kurang lebih 50 responden), menjawab bahwa sebagian besar (71%) sudah fokus ke kondisi kesehatan psikis anak dan keluarga. Namun sebanyak 65% masih bingung bagaimana menjaga psikis dan mental anak serta keluarga.

Hal ini sejalan dengan hampir setengah dari responden (51%) lebih banyak mengerti soal perkembangan dan pertumbuhan fisik dibandingkan dengan kondisi psikis/mental. Sehingga hampir semua (98%) penasaran dan ingin membaca tips dan info baru mengenai cara menjaga psikis anak sejak dini. Hmm, mungkin karena sebagian besar perhatian pemerintah serta acara lebih ke arah kondisi fisik anak.

Saya sendiri merasa bahwa kesehatan mental juga sangat penting diperhatikan dalam membesarkan seorang anak. Kondisi psikis atau mental anak adalah pondasi dimana anak itu akan menaruh values dan pemikirannya, yang kelak akan menjadi dasar dari perbuatan dan tingkah laku dia di masyarakat. Jadi sebisa mungkin harus sehat dan juga dalam kondisi optimal ya.

Jujur, saya jarang sekali mengikuti seminar yang membicarakan soal kesehatan psikis anak. Selama ini, saya sering mendapat ilmu soal gizi dan tumbuh kembang saja. Makanya saya senang sekali mendapatkan kesempatan untuk ikut talkshow “Tips Menjaga Psikis Anak Sejak Dini” yang diselenggarakan oleh Halodoc dan komunitas MBC (Mom Blogger Community) (#HalodocxMBC) dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (#HalodocHariAnak).

Halodoc ingin mengajak orang tua untuk lebih memperhatikan kesehatan anaknya, karena hal ini penting bagi anak untuk tumbuh dengan baik. Sehingga anak kita kelak bisa menjadi penerus bangsa yang sehat secara fisik dan mental di kemudian hari. Pas banget acara ini ditujukan untuk orang tua yang memiliki balita agar kita mendapatkan ilmu parenting baru yang leih baik dan lebih sehat menurut anjuran dokter spesialis.

Talkshow ini dilaksanakan pada hari Selasa, 31 Juli 2018 di Paradigma Cafe, Cikini, Jakarta. Acara ini mengundang dr. Tjhin Wiguna Sp.KJ, Psikiater Anak dan Remaja di Departemen Medik Ilmu Kesehatan Jiwa RSCM-FKUI, sebagai narasumber utama. Saya suka sekali cara dr. Tjhin memberikan materi karena bahasanya santai dan mudah dimengerti. Banyak sekali contoh-contoh dan tips yang diberikan oleh beliau di acara ini. Penasaran? Baca terus ya! 😀


Acara ini dibuka oleh perwakilan dari Halodoc, Nana Nirmala, dengan sedikit penjelasan mengenai aplikasi Halodoc. Halodoc mempunyai komitmen tinggi terhadap kesehatan anak dan keluarga loh. Ternyata aplikasi ini memudahkan kita untuk melakukan konsultasi dengan dokter (baca pengalaman saya dibawah ya) dan juga dalam memperoleh obat serta menjadwalkan tes lab tanpa harus keluar rumah. Love! Pst, ada subsidi juga untuk harga obat loh. Makanya dibaca sampai akhir ya hihi.

Foto courtesy of @mombloggercommunity

Setelah penjelasan singkat dari Halodoc, MC mempersilahkan dr. Tjhin untuk menyampaikan materi. Beluai menyampaikan bahwa peran orang tua sangat penting dalam perkembangan karakter sekaligus moral anak. Anak-anak kita akan mencari panutan dalam membentuk bahasa, sikap dan perilaku. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memastikan agar bahasa, sikap dan perilaku kita dapat menjadi panutan yang positif. Lagipula, anak adalah titipan dari Allah sehingga kita harus mendidik dan merawatnya sebaik mungkin. Betul?

Baca Montessori Haus Asia Presents “Nurture the Nature” #MontessoriMadeSimple

Dokter Tjhin juga menjelaskan bahwa anak memiliki kebutuhan ASUH (kebutuhan biomedis), ASIH (kebutuhan emosional) dan ASAH (kebutuhan akan stimulasi). Ketiga kebutuhan anak ini harus berjalan dan saling mendukung agar mendapatkan hasil yang optimal.

Nah, salah satu fakta menarik adalah ada penelitian di Amerika Serikat yang menemukan bahwa dua pertiga dari orang dewasa (dari 1176 responden) percaya bahwa nilai moral anak telah menurun banyak sejak saat mereka masih muda. Pantesan kadang kita geleng-geleng melihat kelakuan generasi dibawah kita. Ternyata perasaan ini juga dialami di belahan bumi lainnya.

Kenapa bisa begitu? Harian “The Times” di Amerika melaporkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan nilai moral terjadi, yaitu melemahnya hubungan dalam keluarga dan peningkatan budaya selebriti. Kurang adanya kedekatan emosional antara orang tua dengan anak menyebabkan anak mencari panutan lain. Sasaran empuknya adalah selebriti yang mereka liat sehari-hari. Namun kadang anak-anak masih belum bisa membedakan mana hal yang positif dan negatif, alhasil they perceive the actions of celebrity as what they should do without filtering out the negatives.

Foto courtesy of @mombloggercommunity

Anak akan menelan mentah mentah dan meniru kelakuan orang yang mereka idolakan. Tidak percaya? Nih saya tunjukkan video yang diputar oleh dr. Tjhin yang membuat saya agak jleb. Ternyataaaa segitunya ya anak bisa langsung meniru. Jangankan pas mereka sudah besar, Rio yang berumur 17 bulan saja suka sekali meniru tingkah laku saya. Wah mesti hati-hati nih!

Oleh karena itu, pesan penting dari dr. Tjhin adalah kita harus fokus menjadi panutan yang baik dan positif bagi anak. Caranya bagaimana?

  1. Tunjukkan pada anak bahwa orang tua terus bersikap dan berperilaku yang positif. Otak anak itu sangat cepat menyerap hal negatif (it’s true and legit hahaha). Jadi beri contoh yang baik dan jelaskan pada anak mengenai perilaku mana yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Pastikan anak juga mengerti yaa.
  2. Tunjukkan pada anak bahwa orang tua selalu berorientasi pada tujuan dan perencana yang baik. Jangan sampai anak melihat dan menontoh kita memotong antrian atau cheating and being unfair dalam hal-hal kecil seperti pada saat ditilang eh malah kita ngeles menuju berantem kalau kita tidak salah (padahal salah ya).
  3. Bantu anak menemukan panutan dalam bidang yang disukai dan kenalkan anak dengan orang tersebut.
  4. Bicarakan dengan anak tentang orang-orang yang telah membuat perubahan positif dalam kehidupan atau di sekitar lingkungan tempat tinggal
  5. Hidupkan lentara keagamaan di rumah dengan melingkupi rumah tangga dengan suasana “Illahiyah”. Dengan begitu, anak menjadi senang beribadah bersama dengan keluarga.
  6. Berikan pujian pada anak ketika dia mempunyai sikap, perilaku dan bahasa yang positif
  7. Orang tua sebaiknya mengenali perasaan sendiri dan perasaaan anak serta dapat memotivasi diri sendiri dan mengolah emosi dengan baik.
  8. Semangati anak-anak kita untuk selalu bersikap dan berperilaku positif.
  9. Ingatkan anak-anak serta senantiasa memberi contoh dalam menjalankan tata krama kehidupan sehari-hari. Contoh paling mudah adalah  memberi salam, bersyukur, berterima kasih, memaafkan, meminta maaf, bertanggung jawab, menolong, dan lainnya.
  10. Kembangkan empati anak.

Cukup banyak ya PRnya. Tenang, apabila kita terbiasa maka lambat laun akan menjadi kebiasaan yang menular ke anak dan anggota keluarga lainnya. Semangat!


Setelah selesai sesi penjelasan, terdapat sesi mini games dimana tiga ibu-ibu diuji kesabarannya dan metode parentingnya hahaha. Seru melihat responnya yang beragam.

Lalu dibukalah sesi tanya jawab. Banyak sekali yang ingin bertanya kepada dr. Tjhin namun karena waktu terbatas, maka hanya dibuka 2 sesi tanya jawab plus plus. Beberapa hal penting yang saya dapatkan dari sesi tanya jawab, saya rangkum dibawah ini ya!

  • Anak orang lain tidak bisa langsung kita tegur begitu saja, nasehati bahkan marahi apabila menunjukkan perilaku yang kurang baik. Oleh karena itu, lebih baik kita menulis untuk mengedukasi orang lain. Ilmu yang kita tulis akan tersebar dan bisa menjangkau orang banyak (yeay salah satu alasan mengapa saya terjun di dunia blogging hihi).
  • Pola asuh tidak ada yang dan salah tidak ada yang benar. Semua tergantung dari orang tua, anak dan situasi serta kondisi yang dialami. Setiap orang berbeda-beda sehingga pola asuh akan berbeda pula.
  • Jika anak ngomong kasar atau berperilaku kurang baik (padahal kita tidak seperti itu). Perlu kita check, apakah ada orang terdekatnya yang berperilaku seperti itu? Anak akan mudah sekali meniru hal-hal yang ada di lingkungan sekelilingnya.
  • Kemampuan anak menkontrol diri belum seperti kita, orang dewasa. Jangan menggoda dia dengan kelemahannya. Seperti jika tidak tahan melihat uang, jangan taruh uang di tempat yang gampang dijangkau anak.
  • Ajari anak organisasi diri dan cara mengelola uang yang baik sejak dini.
  • Tidak ada kata terlambat jika anak mencontoh perilaku buruk orang tua atau lingkungan sekitar. Segeralah mengubahnya sebelum menjadi kebiasaan. Lakukan perubahan dengan konsisten sehingga anak akan merekam kembali sifat baru dan menghapus sifat lama yang negatif.
  • Usahakan tidak memberikan reward berupa uang, takutnya akan lebih money oriented. Alangkah lebih baiknya memberikan reward yang sesuai dengan interest anak.
  • Anak sensitif atau minder? Ajak anak olahraga. Hal ini mengenalkan jiwa sportivitas dan mengalihkan rasa tidak percaya diri.
  • Salurkan talentanya dan kembangkan agar anak berprestasi dan mendapatkan kebanggaan untuk dirinya. Kebanggaan adalah milik anak bukan orang tua. Kita hanya membantunya mencapai prestasi tersebut.
  • Multitasking akan memecah belah perhatian anak sehingga anak menjadi tidak fokus.
  • Screen time sebaiknya dibatasi. Waktu screen time yang dibolehkan adalah selama maksimal 1 jam untuk usia di bawah 3 tahun dan 2 jam untuk di atas 3 tahun. Pastikan saat screen time, anak-anak selalu didampingi dan berada di dalam pengawasan orang tua.

Setelah sesi tanya jawab, ada sesi pemberian hadiah untuk posting social media terbaik serta untuk para instagrammers yang telah memenangkan quiz yang diselenggarakan Halodoc di instagram. Hadiahnya voucher Sodexo dan voucher GoPay loh. Lumayan banget!

Pemenang IG Contest – Foto courtesy of @mombloggercommunity
Pemenang voucher GoPay

Jujur, saya pengen sekali bertanya dan agak kecewa sih pas tidak dipilih hiks. Abisnya kapan lagi kan bertanya ke ahlinya tanpa antri lama di rumah sakit atau klinik. Eits, tapi saya ingat ada aplikasi Halodoc yang membantu saya konsultasi ke dokter tanpa keluar rumah. Kok bisa? Halodoc adalah aplikasi Tanya Dokter, Beli Obat & Cek Lab yang dapat diakses 24/7 dimana saja.

Beberapa fitur super membantu para ibu rumah tangga antara lain adalah :

  1. Fitur Tanya Dokter sehingga kita dapat berkonsultasi langsung dengan dokter anak (maupun dokter spesialis lainnya atau dokter umum) melalui chat, voice call dan bahkan video call. Aplikasi Halodoc memiliki tim medis mulai dari dokter umum, spesialis anak, internis hingga spesialis mata yang online 24 jam. Lengkap! Cocok buat nanya hal-hal yang kecil juga loh.
  2. Ada fitur Pharmacy Delivery atau layanan apotik antar 24 jam yang bebas biaya pengantaran. Para ibu dan bapak bisa memesan obat langsung dengan fitur ini. Perfect for those middle of the night fever, no panic panic club 😀 Oiya harga obatnya juga lebih murah karena Halodoc ingin memberikan harga yang terbaik bagi pelanggannya dengan subsidi harga.
  3. Ada layanan Labs yaitu layanan pengecekan kesehatan yang bekerja sama dengan Prodia. Fitur ini memungkinkan phlebotomist (petugas lab) untuk datang ke rumah atau kantor sesuai dengan jam yang dijanjikan. Kemudian kita dapat melakukan pengecekan kesehatan seperti check darah, urine dan lainnya. Bahkan ada tes premarital juga. Sekarang, fitur Labs dapat digunakan oleh pengguna Halodoc di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Semoga segera ada di Bogor ya!

Untuk lebih jelas mengenai fitur di aplikasi, silahkan tonton video dibawah ini ya!

Pengalaman saya pertama kali menggunakan Halodoc, adalah saat Rio batuk-batuk pada umur 13 bulan. Pengalaman pertama banget Rio batuk yang sampai beberapa hari karena sebelumnya tidak pernah mengalami hal ini. Terus agak deg-degan dong kalau harus ke dokter sendirian, karena sudah maghrib, Arga masih dalam perjalanan pulang dari tempat kerja dan Bibi yang bantu-bantu di rumah sudah pulang dari siang. Masa ke RS berdua bareng bayi? Mikir parkirnya aja sudah puyeng hahaha. Belum ngantri dokter dan apoteknya. Huft.

Baca Penanganan Bayi Saat Batuk, Pilek & Demam – Rio’s Experience

Alhasil saya install Halodoc dan langsung mencari dokter spesialis anak. Kebetulan langsung terhubung ke salah satu dokter anak yang sedang stand by. CEPET BANGET. Ga perlu antri ambil nomor dan nunggu lama. Aplikasi ini langsung menghubungkan saya dengan dokternya sehingga bisa mendapatkan solusi sebelum batuknya Rio bertambah parah. Thank you Halodoc! Benar-benar membantu ibu rumah tangga yang mobilitasnya terbatas *terharu*.

Untuk layanan Pharmacy Delivery, saya pribadi belum coba, namun bisa dijadikan alternatif jika butuh obat dan tidak mungkin pergi ke apotek sendiri. Jelas kan kenapa saya memilih #PakeHalodoc jika ada yang sakit. 😉

Bagi yang ingin tau lebih lanjut mengenai Halodoc, keep updated on health news, dapat info acara seru atau ingin ikut quiz bertabur hadiah, silahkan follow social media Halodoc di :

Instagram : @halodoc
Website : www.halodoc.com

Terima kasih sudah membaca postingan yang super panjang ini hehehe. Semoga ilmu dan informasinya bermanfaat ya! 🙂 Anyway, anyone else uses Halodoc? Tinggalkan pesan dan kesan menggunakan aplikasi ini dibawah ya.

 

 

You may also like...

1 Comment

  1. Hastira says:

    makasih sharingnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.