Family, Health, Pregnancy, Sports

Senam Hamil vs Yoga Prenatal, Pilih yang Mana?

Last Updated on March 10, 2021

Hallo hallo! Memasuki trimester ketiga kehamilan, ada satu hal yang harus diingat, yaitu rajin gerak dan olahraga! Apalagi pengennya melahirkan via VBAC (klo mampu dan diizinkan). Nah ada dua olahraga khusus ibu hamil yang bisa dipilih, yaitu senam hamil dan yoga prenatal / yoga hamil.

Apa sih perbedaannya? Lebih baik pilih yang mana? Kalau bingung, semoga blog post ini bisa memberikan pencerahan ya ๐Ÿ™‚

Persamaan Senam Hamil & Yoga Prenatal

Kedua jenis olahraga ini, senam hamil dan yoga prenatal, tentu dirancang khusus untuk ibu hamil. Secara umum, tujuannya sih sama yaitu mempersiapkan fisik dan mental seorang ibu agar siap menghadapi persalinan.

Pengalaman Senam Hamil di RSIA Nuraida Bogor

Semenjak mencoba kedua olahraga ini, beberapa persamaan yang saya lihat adalah :

  • Sama-sama memberikan edukasi soal masa kehamilan dan persalinan โ€“ seperti posisi yang tepat untuk berdiri, posisi yang tepat untuk persalinan
  • Ada gerakan yang serupa tapi tak sama
  • Beberapa gerakan juga dirancang khusus untuk masalah tertentu seperti mengatasi bayi sungsang
  • Beberapa peralatan juga sama seperti mat olahraga dan juga gym ball.
  • Durasi olahraga yang berkisar antara 1-2 jam. Biasanya 1 jam sih hehe.

Perbedaan Senam Hamil vs. Yoga Prenatal

Ada persamaan, tentu juga ada perbedaan. Beberapa perbedaan antara senam hamil atau yoga pernatal ternyata cukup kentara loh. Senam hamil lebih ditujukan sebagai persiapan mental dan fisik seorang ibu untuk menghadapi persalinan, sementara yoga prenatal lebih difokuskan pada pengolahan stamina & mindset dalam menjalani kehamilan hingga menuju persalinan.

Makanya untuk senam hamil, biasanya disarankan diatas 26 minggu kehamilan. Sementara untuk yoga hamil atau yoga prenatal, boleh dilakukan diatas 20 minggu (bagi kelas yang saya ikuti). Saya kemarin sih mulai aktif olahraga kedua di umur kehamilan 26 minggu, jadi bisa dilakukan bergantian karena katanya saling melengkapi.

Selain umur, gerakannya juga beda loh. Senam hamil lebih dinamis sementara yoga lebih kalem. Jujur, saya beberapa kali ngantuk saat yoga HAHAHA. Tapiii, senam hamil gerakannya lebih ringan dan bisa dilakukan relatif lebih mudah. Kalau yoga prenatal, meskipun lebih kalem, ternyata menguras tenaga juga hahaha. Selalu keringetan setelah yoga prenatal!

Senam Hamil vs Yoga Prenatal, Pilih yang Mana
Courtesy of Pixabay

Menurut olahragapedia, senam hamil gerakan didominasi dengan peregangan ringan serta latihan pernafasan yang memang sangat diperlukan ketika bersalin. Sementara fokus gerakan dalam prenatal yoga lebih mengutamakan pengolahan dan penguatan otot, terutama otot panggul dan pinggul.ย Jadi kalau emang jarang stretching seperti saya, harap maklum akan pegal pegal wkwk.

Pengalaman Senam Hamil

Senam hamil sudah saya lakukan baik di kehamilan pertama 4 tahun yang lalu, maupun di kehamilan kedua ini. Memang lebih banyak yang membatasi kelas senam hamil saat pandemi sekarang. Tapi pengalaman senam hamil saya saat pandemi di salah satu RSIA di Bogor bisa dilihat di postingan ini ya :

Baca   Pengalaman Senam Hamil di RSIA Nuraida Bogor

Secara umum, saya lebih suka senam hamil sih hehehe. Gerakannya lebih dinamis dan jarang ngantuk pas di kelas. Hanya saja gerakannya tidak sebanyak sesi yoga prenatal, dan tidak sesulit yoga prenatal hihi. Gerakannya kurang lebih seperti ini ya.

Gerakannya cukup mudah kan untuk ditiru di rumah. Ya memang setelah sesi senam hamil offline, ibu bidan suka mengingatkan untuk mengulang gerakan tersebut di rumah. Kadang di akhir sesi juga diberikan sesi khusus pernafasan saat persalinan atau cara mengejan yang baik dan benar.

Oiya biasanya juga diberikan edukasi soal tanda-tanda persalinan, dan apa yang kita lakukan untuk mempersiapkan persalinan. Di beberapa tempat juga diberikan susu hamil dan snack setelah senam hihi. Happy tummy, happy mom and happy baby!

Pengalaman Yoga Prenatal

Saya baru getol melakukan yoga prenatal di kehamilan kedua. Mungkin karena lebih banyak juga ya sekarang dibandingkan 4 tahun yang lalu. Di masa pandemi ini, saya pernah melakukan yoga prenatal offline maupun online. Nanti saya taruh linknya disini ya, karena belum beres ditulis wkwk.

Jujur, yoga prenatal lebih membuat saya ngantuk hahaha. Mungkin karena lebih rileks kali ya. Tapi pas masuk ke gerakan inti, beuh! Lebih capek! Karena gerakan yoga banyak melakukan streching otot terutama di bagian pinggang dan panggul. Jadi kalau ga terbiasa, ya lumayan ngos-ngosan dan pegel setelahnya.

Gerakan gentle yoga flow juga ternyata bikin lumayan berkeringat juga. Tapi yang saya suka adalah ada lebih banyak gerakan untuk mengatasi kondisi tertentu, seperti bayi sungsang atau membuat kepala bayi lebih cepat masuk panggul. Ada beberapa gerakan yang bisa kita lihat di Youtube, tapi menurut saya lebih enak offline sih karena bisa langsung dikoreksi oleh guru yoganya.

Selain itu, lebih banyak dilakukan pengaturan pernafasan. Oiya, lebih banyak perlengkapannya juga sih untuk yoga, seperti ada yoga block dan kawan-kawan.ย  Salah satu contoh sesi kelas yoga prenatal yang bisa dilakukan di rumah bisa dilihat di bawah ini ya.

 

Oiya pas offline class juga dilakukan edukasi soal kehamilan dan persalinan kok. Ada snack dan susu hamil juga tergantung kelasnya hehehe. Pokoknya ada ilmu yang selalu kita dapat setelah melakukan olahraga untuk ibu hamil ini.

Jadi Pilih yang Mana?

Yang membuat kalian nyaman. Memang kenyamanan ibu hamil itu nomer satu sih. Dan juga pertimbangkan kesehatan ibu dan janin. Jadi kalau merasa perut kencang, kontraksi atau nyeri saat olahraga, lebih baik di stop terlebih dahulu. Bisa konsultasi ke dokter kandungan dulu untuk tau kondisi kesehatan yang lengkap.

Baca   Check Kandungan di Apotik Yasa Bogor

Kalau saya pribadi sih tetap melakukan keduanya hehehe. Karena ternyata keduanya juga bisa saling melengkapi, memang ada beberapa gerakan yang sama tapi ada juga yang berbeda. Jadi lebih baik dilakukan keduanya kan? Saya juga orangnya bosenan dengan rutinitas, jadi lebih enak kalau ganti-ganti tiap hari hihihi.

posing

Kalau kalian lebih memilih yang mana? Senam hamil atau yoga prenatal? Apapun itu, semoga sehat semua dan lancar ya sampai persalinan ๐Ÿ™‚

RELATED POST

10 Comments

  1. Terima kasih ya ulasannya. Berhubung saya belum pernah mencoba keduanya jadi nggak akan bisa memilih yang mana. Tapi informasi ini tentunya sangat berguna untuk saya di kemudian hari.

  2. Andrew Pradana says:

    sama sama memiliki bermanfaat untuk ibu hamil, isanya tinggal memilih sesuai fisik. Saya baru tau, selama ini cm tau senam hamil aja mba. Bisa buat calon bini besook nih

  3. Dua-duanya patut dicoba memang Mbak, biar tau mana yang cocok sama individu masing-masing ya. Saya catat dulu, pasti ini sangat bermanfaat kalau saya hamil nanti. ๐Ÿ˜€

  4. karena aku rutin beryoga jadi kupilih yoga prenatal…. bener yoga tuh ada pengaturan nafas jadi bikin ibu terlatih bernafas dengan benar ketika melahirkan … selain bikin tubuh jadi kuat juga

  5. Sepertinya dua2nya patut dicoba. Senam hamil dan prenatal yoga. Tapi kalo disuruh pilih saya lebih memilih prenatal yoga karena saya lebih suka gerakan yg lebih slow tapi manfaatnya tetap maksimal. semoga proses lahirannya nanti lancar dan sesuai dengan yg diharapkan ya mba. Bisa vbac.

  6. Sebelum membaca tulisan ini, saya mengira jika senam kehamilan dengan yoga prenatal itu sama. Ternyata setelah membaca tulisan ini, keduanya sesuatu yang berbeda. Untuk keterangan waktunya dan juga gerakan juga berbeda.

    Penting sekali ya kedua olahraga ini untuk kesehatan selama kehamilan. Tulisan ini bisa jadi rekomendasi bagi sodara saya yang lagi hamil. Atau bisa juga buat rekomendasi nanti, dikala istri saya sedang hamil.

  7. Wahh, info menarik nih mba buat prepare kehamilan kedua nanti. Jujur, aku sendiri belum pernah cobain yoga prenatal. Hanya senam hamil saja saat itu yg pernah saya lakukan.

    Benar banget nih, keduanya pun saling melengkapi ya karena tujuannya pun sama. Utamanya, untuk latihan pernafasan dan persiapan kelahiran. Bermanfaat banget nih mba sharing-nya. Thank you mbaaa

  8. WAh, tulisan ini harus diviralkan biar banyak yang tau. Aku dulu telat banget krn nggak ada fasilitias beginian di dekat2 kota tempat tinggal. Agak menyesal sampai pada akhirnya ada kenadala kehamilan pun jadi tidak tertangani. Pas ada fasilitas, umur kehamilan udah 8 bulan dan seminggu kemudian harus lahiran.

  9. Mungkin saya orang yang selalu lupa ikut senam hamil kalau ada jadwal dari bidan
    Jadinya saya ikut dari youtube saja
    Bahkan hamil pertama, olahraga paling mewah bagiku adalah jogging setelah shubuh

  10. Saya lebih milih nonton orang yoganya aja mba. Soalnya belum ada pengalaman sama sekali dengan kehamilan, yoga dan yoga kehamilan. Hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.