Catering, Javanese Culture, Make-up, Outfit, Photography, Vendor, Venue, Wedding, Wedding Preparation

Acara Lamaran – Faradila & Arga

Helloooo people!
Di post kali ini, saya akan menceritakan dan mereview acara lamaran saya dan Arga yang berlangsung pada tanggal 26 Desember 2015. Yes, it’s almost a year, but it’s never too late, right? Lamaran saya dan Arga tidak seperti lamaran yang mewah megah ala cerita di website inspirasi pernikahan atau lamaran Zaskia Gotik dengan Vicky yang di hotel hahahaha. Jadi ga usah takut tabungannya habis sebelum nikah ya. Cukup keluarga saja yang datang dan tidak ada dekor yang over the top. Bahkan kita tidak melakukan pertukaran cincin atau perhiasan sebagai simbol “pengikat”. Menurut orang tua saya, ya namanya lamaran bisa jadi bisa nggak, jadi tidak usah terlalu “heboh”. Panitia lamaran sebelum hari-H juga hampir tidak ada. Bahkan malam H-1, saya dan Arga masih sibuk membuat parcel buah di All Fresh hahahaha.

Pemilihan tanggal 26 Desember disebabkan oleh keluarga Arga banyak yang berdomisili di Jawa Timur, sehingga lebih baik dilakukan pada saat libur panjang atau long weekend. Mungkin agak berbeda ya dengan yang memiliki pasangan dalam satu kota, bisa lebih fleksibel memilih waktu. Ya berhubung kendala jarak dan kesibukan, maka dipilihlah tanggal yang memungkinkan keluarga besar kedua belah pihak bisa bertemu. 

Suasana lamaran 🙂 Finally after 4 years! 

Secara garis besar, susunan acara lamaran umumnya adalah sebagai berikut:

1. Kedatangan rombongan keluarga pria. Biasanya membawa seserahan.
2. Pembukaan acara oleh MC
3. Sambutan dari tuan rumah. Disini pihak keluarga wanita bertanya maksud dan tujuan kedatangan keluarga pria.
4. Keluarga pria mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan.
5. Calon mempelai wanita dipersilahkan masuk dan duduk di antara kedua orang tua.
6. Calon memperlai pria menanyakan kesediaan calon mempelai wanita untuk menerima atau menolak lamaran.
7. Calon mempelai wanita menjawab pertanyaan dari calon mempelai pria.
8. Jika diterima, maka keluarga wanita akan memberikan sambutan penerimaan.
9. Penyerahan secara simbolis hantaran lamaran atau pertukaran cincin/perhiasan sebagai pengikat.
10. Perkenalan anggota keluarga
11. Ramah tamah
12. Penutupan dimana keluarga pria pamit. Keluarga wanita memberikan hantaran balik untuk keluarga pria.

Susunan ini bisa dimodifikasi lagi sesuai dengan keinginan keluarga maupun ditambahkan acara adat. Bahkan di salah satu lamaran teman saya, Andhin, sempet disisipi games “Tebak Calon Mempelai Wanita”. Jadi sebelum calon mempelai wanita dipersilahkan masuk, beberapa teman saya yang memiliki postur tubuh yang sama dengan Andhin, akan masuk terlebih dahulu. Tentunya dengan tubuh yang ditutupi kain batik sehingga calon mempelai pria harus menebak apakah itu adalah Andhin atau bukan hahaha. Games maupun jokes kecil seperti itu bisa meringankan suasana, karena pastiiiii calon mempelai pria maupun wanita deg-degan setengah mati 😀 Di acara lamaran saya juga tidak ada MC resmi. Bapak saya berinisiatif menjadi MC dan tuan rumah hahahaha. Susah ya klo sudah terbiasa menjadi MC, ga bisa lepas!

Keluarga besar Faradila & Arga. Soon the two families will join!

Selain itu, karena tidak ada pertukaran cincin/perhiasan, sehingga hanya terjadi pertukaran hantaran saja. Hantaran yang dibawakan pada lamaran saya khusus untuk lamaran saja dan berupa makanan-makanan khas Jawa Timur (yummy!). Seserahan untuk wanita seperti tas, baju, dan sebagainya kami putuskan untuk diberikan pada saat midodareni (hari H-1 pernikahan). Ada beberapa pasangan yang memutuskan untuk memberika seserahan pada saat lamaran kemudian ada di bungkus ulang untuk pernikahan. Hal ini sangat tergantung dengan adat, kesepakatan keluarga maupun kedua calon mempelai. Sementara dari keluarga saya memberikan hantaran balik berupa makanan khas Bogor. Pokoknya banyak makanan yang diberikan maupun yang dimakan pada hari itu hahahaa.

First engagement pic in my backyard. Ga usah sewa dekor untuk dinding bunga 😉

Untuk lamaran saya, beberapa vendor yang wajib ada adalah vendor untuk hair & makeup, photography dan catering. Vendor photography adalah yang paling penting! Lamaran ga akan datang dua kali (hopefully) sehingga dokumentasi wajib dilakukan. Klo bisa dilakukan oleh seorang professional dan diabadikan di video, lebih baik lagi (video lamaran saya bisa diliat dibawah ya ehm). Vendor catering juga ga kalah penting, makanan yang disediakan harus fresh dan yang penting enak-enak. Saya tidak mengandalkan satu vendor dekorasi karena hanya diperlukan beberapa vase bunga segar dan bunga imitasi saja untuk menghias rumah. Sementara untuk sound system, saya menggunakan sound system yang sudah ada dirumah. Maklum, Bapak dan adik saya tukang ngeband hehehe. Untuk review lebih dalam soal vendor yang dipakai, akan saya bahas di post berikutnya ya! Stay tuned! Meanwhile, please enjoy my engagement video :3

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.