Home & Decor, Tips

Rayap di Rumah? Kenali Tanda-Tanda dan Cara Mengatasinya

Last Updated on February 26, 2026

Di daerah tropis seperti Indonesia, kehadiran serangga yang bernama rayap di rumah memang cukup bikin was-was ya. Bahkan bagi kalian yang sedang dalam proses membeli atau menyewa rumah, lebih baik mengecek kehadiran rayap maupun sarangnya di sekitar lokasi. Kok bisa? Memang kenapa harus waspada? Yuk simak blog post ini untuk lebih mengetahui dan menjadikan kita lebih aware akan kehadiran rayap di rumah kita tercinta.

Apa Itu Rayap dan Kenapa Berbahaya?

Rayap adalah serangga sosial pemakan selulosa yang hidup berkoloni dengan sistem kasta (raja, ratu, pekerja, prajurit) seperti semut. Selulosa seperti kayu, kertas, maupun bahan tanaman merupakan makanan utama dari rayap. Di Indonesia disebutkan terdapat dua jenis yang cukup banyak yaitu rayap tanah (subterranean termites) yang membuat jalur lumpur, dan rayap kayu kering (drywood termites).

Kenapa rayap berbahaya? Karena rayap memakan selulosa. Selulosa yang ditemukan di alam maupun di dalam rumah seperti kayu, perabotan, kertas, karton, bahkan lapisan kabel listrik dapat menjadi santapan koloni rayap. Mereka dapat memakan kayu, tanah, atau celah bangunan dari bagian dalam.

Banyak pemilik rumah dan perabotan baru menyadari keberadaannya setelah muncul tanda kerusakan. Jarang loh kerusakan ini terlihat di awal. Bahkan di salah satu gedung kantor, baru ketauan ada infestasi rayap ketika ada blok kayu yang jatuh karena sudah lapuk dari dalam. Dan ini juga tidak hanya menyerang bangunan lama, bangunan baru yang didirikan dekat atau diatas sarangg rayap juga beresiko terkena serangan rayap. Lama-lama struktur rumah akan rusak dan menjadi bahaya bagi keluarga.

Tanda-Tanda Rumah Mulai Diserang Rayap

Menurut Liputan6.com, terdapat beberapa tanda rumah mulai diserang rayap, yaitu :

  1. Ada furnitur dari kayu yang terasa ringan atau berongga. Rayap memakan bagian dalam kayu dan meninggalkan lapisan tipis di bagian luar.
  2. Muncul serbuk halus atau kotoran rayap di dekat furnitur
  3. Pintu dan jendela yang sulit terbuka juga termasuk salah satu tanda rumah mulai kena rayap. Kayu yang dimakan rayap bisa mengembang atau berubah bentuk karena struktur dalamnya rusak.
  4. Ada jalur tanah di dalam rumah. Rayap tanah sering membuat jalur kecil dari tanah atau lumpur sebagai jalan menuju sumber makanan. Jalur ini biasanya terlihat di dinding, lantai, atau fondasi rumah.
  5. Jika terdengar bunyi kopong saat mengetuk kusen, lantai kayu, atau furnitur menggunakan benda keras, itu bisa menjadi tanda rumah mulai kena rayap.
  6. Kayu yang sebelumnya kokoh bisa menjadi rapuh dan mudah retak saat ditekan.

Kenapa kita harus peduli dan aware dengan kehadiran rayap? Ya bayangkan saja keamanan keluarga bisa terancam. Lantai kayu, tiang kayu maupun penyangga atap dari kayu yang dimakan rayap akan menjadi rapuh. Ini sangat berbahaya karena kapan saja bisa jatuh.

Kalau sudah terkena serangan apalagi sampai mencelakai anggota keluarga, tentu ada kerugian finansial dan juga emosional. Biaya renovasinya lumayan loh. Plus kepikiran ga sih mental load dan ribetnya kita harus tiba-tiba renovasi rumah dadakan hiks. Yuk kita pastikan rumah yang merupakan aset keluarga tetap dalam kondisi baik, karena merupakan investasi jangka panjang.

Cara Mencegah Rayap Sejak Dini

Terdapat beberapa tips untuk mencegah rayap sejak ini, yaitu :

  1. Rutin cek area lembap di rumah.
    Area lembap adalah tempat favorit rayap di rumah. Luangkan 5โ€“10 menit seminggu untuk mengecek area seperti bawah wastafel, sudut gudang, atau area belakang rumah jarang diperhatikan
  2. Jangan simpan kardus langsung di lantai.
    Kardus mengandung selulosa jadi jika kardus diletakkan langsung di lantai, apalagi di area yang lembap untuk jangka waktu yang lama, hal ini bisa menjadi pintu masuk koloni tanpa kita sadari.
  3. Pastikan ada ventilasi yang baik.
    Rumah dengan ventilasi yang buruk ternyata menciptakan kondisi ideal bagi rayap untuk berkembang biak. Sirkulasi udara yang baik akan membantu mengurangi resiko serangan rayap dan juga membuat rumah lebih sehat.
  4. Gunakan jasa anti rayap berkala.
    Pemeriksaan dan treatment berkala dari profesional bisa menjadi bentuk pencegahan jangka panjang. Lebih baik investasi di awal daripada renovasi besar yang menguras biaya dan energi.
  5. Treatment anti rayap sebelum melakukan renovasi.
    Jika sedang renovasi, jangan lupa untuk melakukan treatment oleh jasa anti rayap. Saat struktur rumah terbuka, perlindungan bisa dilakukan lebih maksimal dan menyeluruh. Ini langkah preventif yang sering diabaikan, padahal dampaknya sangat besar untuk ketahanan rumah ke depan.

Kapan Harus Panggil Ahli untuk Membasmi Rayap di Rumah?

Kadang kita bingung nih, kapan ya kita harus memanggil ahlinya untuk membasmi rayap di rumah. Sebenarnya kalau masih serangan ringan, kita masih bisa melakukan penanganan sendiri alias DIY. Coba cari ada beberapa cara untuk mengatasinya menggunakan beberapa bahan natural seperti minyak cengkeh, minyak serai bahkan air sabun. Namun resikonya tetap tidak tuntas dan kurang maksimal.

Sementara bagi yang tidak suka ribet dan punya budget lebih, menggunakan jasa profesional bisa lebih pas. Akan dilakukan treatment yang lebih tuntas dan juga ada garansi yang ditawarkan. Apalagi kalau sudah ada koloni besar, wah harus diserahkan ke ahlinya nih!

Mau pilih yang mana saja, bebas tergantung kemampuan dan preferensi masing-masing. Namun jangan lupa juga untuk budgeting agar tidak โ€œboncosโ€. Kita bisa memasukkan pos maintanance rumah ke dalam pos budgeting per bulannya, sehingga tidak terasa kaget dengan pengeluaran yang cukup besar.

Memang agak ribet tapi rumah yang aman akan membuat sekeluarga nyaman dan juga ibu (terutama working mom) lebih tenang. Kita mungkin tidak bisa melihat langsung keberadaan rayap di rumah, tapi kita bisa mencegahnya sebelum serangga kecil itu merusak rumah yang kita bangun dengan penuh perjuangan. So stay alert and thanks for reading!

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.