Last Updated on October 21, 2026
Mengalami gula darah rendah atau hipoglikemia bukan cuma bikin tubuh lemas dan pusing, tapi juga bisa membahayakan keselamatan loh! Banyak orang tak sadar bahwa kebiasaan sehari-hari dan makanan yang dikonsumsi justru bisa memperburuk kondisinya.
Di artikel ini, kita akan membahas apa saja makanan dan minuman yang harus dihindari saat gula darah anjlok. Kalau kalian sudah tahu apa saja makanan yang tidak boleh dikonsumsi, tentu jadi bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil dan terhindar dari risiko komplikasi yang berbahaya.

Apa yang Menyebabkan Gula Darah Turun Drastis?
Meskipun pasien diabetes terkenal karena kadar gula darah tinggi, namun beberapa pasien dapat mengalami gula darah rendah. Dalam istilah medis, kondisi ketika gula darah turun di bawah angka ideal disebut sebagai hipoglikemia.
Seseorang dikatakan mengalami hipoglikemia ketika kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dL. Pada pasien diabetes, kondisi ini dapat terjadi akibat kesalahan dalam pemberian insulin seperti terlalu banyak, produk yang salah, penempatan suntikan, dan waktu pemberian. Bukan cuma itu, gula darah turun drastis juga dapat disebabkan oleh penyebab lain, misalnya lebih aktif secara fisik daripada biasanya, minum alkohol tanpa makan, atau melewati waktu makan.
Di sisi lain, pada ibu hamil dengan diabetes tipe 1, hipoglikemia juga rawan terjadi, terutama selama trimester pertama. Kondisi khusus seperti ini timbul akibat perubahan hormon selama kehamilan.
Sementara itu, pada orang yang tidak memiliki gula darah tinggi, hipoglikemia terjadi akibat puasa (hipoglikemia puasa) maupun setelah makan (hipoglikemia reaktif). Baik terjadi pada pasien dengan diabetes maupun bukan, hipoglikemia harus segera ditangani.
Pertolongan Pertama Gula Darah Rendah
Gula darah rendah yang terjadi dalam skala ringan hingga sedang dapat memengaruhi aktivitas harian. Selain itu, orang dengan kondisi ini juga perlu menghindari mengemudikan kendaraan karena berisiko kecelakaan. Oleh karena itu, jika ada indikasi gula darah rendah, ini pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan:
1. Hipoglikemia Ringan hingga Sedang
Pada pasien hipoglikemia ringan hingga sedang, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi karbohidrat. Untuk menanganinya, kamu bisa melakukan aturan 15-15.
Pertama, konsumsi makanan atau minuman yang mengandung 15 gram karbohidrat cepat serap seperti sirup, permen, madu, atau bubur. Cara ini dilakukan untuk meningkatkan kadar glukosa darah.
Setelah 15 menit, periksa kadar glukosa darah. Jika masih di bawah 70 mg/dL, konsumsi kembali 15 gram karbohidrat cepat serat. Metode ini dapat diulangi kembali hingga gula darah mencapai minimal 70 mg/dL.
2. Hipoglikemia Berat
Jika pasien mengalami hipoglikemia berat, kondisi ini harus ditangani dengan cepat dengan menggunakan glukagon. Biasanya, glukagon berupa suntikan maupun bubuk yang dapat melepaskan glukosa yang tersimpan di hati untuk meningkatkan kadar gula darah.
Namun, untuk penanganan hipoglikemia berat, kamu harus segera membawanya ke pusat kesehatan terdekat. Pada orang dengan kondisi ini, gejala yang dialami pun cukup berat seperti penglihatan kabur, kejang, hingga penurunan kesadaran.
Di sisi lain, glukagon yang dibutuhkan untuk hipoglikemia berat tidak dijual secara bebas di pasaran. Pemberian glukagon harus dilakukan lewat diagnosis medis dan disesuaikan dengan kondisi pasien.
Pantangan Makanan Gula Darah Rendah
Bagi pasien diabetes yang memiliki masalah gula darah rendah, kamu mungkin bertanya Gula darah rendah dilarang makan apa? Sebaiknya, hindari beberapa makanan berikut ini agar gula darah lebih terkontrol:
1. Makanan Tinggi Protein dan Lemak
Saat gula darah rendah, jangan konsumsi makanan yang tinggi protein dan lemak sekaligus. Makanan seperti ini memang mengandung gula. Namun, gula yang ada tidak sebanyak sajian yang mengandung karbohidrat.
Dalam kondisi gula darah rendah, tubuh membutuhkan makanan tinggi gula yang cepat diserap oleh tubuh. Beberapa makanan tinggi protein dan lemak yang perlu dihindari adalah susu, telur, es krim, daging, hingga olahan roti tertentu.
2. Alkohol
Minuman beralkohol yang dijual di pasaran memang mengandung tinggi gula. Tetapi, bukan berarti orang dengan gula darah rendah boleh mengonsumsinya. Justru sebaliknya, pasien hipoglikemia tidak boleh minum alkohol.
Tipe minuman ini memiliki efek yang keras pada hati. Padahal, organ ini bertugas untuk melepaskan glukosa ke dalam tubuh. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan hipoglikemia dengan sekresi insulin.
3. Minuman Berkafein
Orang dengan gula darah rendah sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi minuman tinggi kafein seperti kopi dan teh. Dalam sebuah penelitian pada xx, kopi dapat meningkatkan respons insulin dan menurunkan kadar gula darah sementara (15 menit).
Oleh karena itu, sebaiknya pasien hipoglikemia menghindari konsumsi kafein berlebihan. Meskipun setelah 2 jam kafein tidak menurunkan gula darah secara signifikan, ada baiknya kita membatasi konsumsinya.
Agar gula darah tetap stabil dan terkontrol, kita bisa mengonsumsi susu rendah gula dengan karbohidrat lepas lambat. Buat salah satu contoh produknya, kita bisa coba untuk minum susu you and milk secara rutin!

Susu rendah gula ini terbuat dari almond dengan indeks glikemik rendah dan tidak memicu lonjakan gula darah. Minuman ini juga mengandung karbohidrat lepas lambat berupa oat dan isomaltulosa.
Oat mengandung karbohidrat kompleks yang dapat menjaga kadar gula darah lebih stabil. Sementara itu, isomaltulosa akan menaikkan gula darah secara perlahan dan dapat menyimpan energi dalam waktu yang lebih lama daripada karbohidrat umumnya.
Ditambah, kombinasi berbagai bahan lain dalam You & Milk baik untuk dikonsumsi pasien diabetes. Kalau kamu tertarik minum susu rendah gula ini, jangan lupa checkout di official store yang ada di e-commerce maupun website youandmilk.co.id, ya! Thanks for reading!

