Travel, University Life

Day 3 : KKP Desa Dukuh Tengah, 6 Juli 2011

Hari ketiga! πŸ™‚

Kegiatan hari ini adalah pergi ke rumah Bu RT, keliling buat survey tahap ke II, nonton bola dan malemnya ke rumah Pak Dasroni, ketua Gapoktan. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Ibu RTnya (Bu Munah) baik dan ternyata punya anak yang kuliah di Unsoed. Seneng deh warga disini welcome banget sama kita. πŸ™‚

Untuk survey, kita semua kecuali Khusnul, berencana jalan-jalan ke sawah buat liat lahan pertanian secara langsung. Banyak jalan tembus disana sini, jadi ga usah jalan di jalan gede. Panaaaas. :3 Lahan pertanian di dukuh tengah mayoritas ditanam tanaman pangan seperti padi dan jagung. Jarang banget liat tanaman lain selain 2 tanaman itu. Klo diliat struktur tanahnya juga udah rusak. πŸ™ Kata petani klo musim kemarau kering banget, tapi klo musim hujan jadi becek & banjir. Sayangnya ga ada aktivitas peremajaan lahan. Penanaman padi aja ga digilir dengan tanaman lain seperti kacang-kacangan. Masa udah 3x ditanam padi. O.o No wonder. Petani juga ga beralih ke komoditas lain karena modal & takut gagal. Jadi ya isinya cuman jagung & padi aja. Jujur, rada down sih ditempatin di sini, pengennya ditempat yang banyak tanaman horti. Cuman ya disyukuri aja. Bisa belajar lebih banyak tentang tanaman pangan. πŸ™‚

Irigasinya juga pake mesin diesel. Klo untuk irigasi yang dari curug, diatur antar desa. Katanya sih biasanya desa keluarga yang berkepentingan dulu yang diairin, baru yang lain. Jadi sekalinya udah diairin, udah terlambat. πŸ™ Hama penyakit ya standarlah. Ada wereng, tungro ama kresek. Banyak hewan-hewan kecil juga yang makanin daun padi. Penanggulangannya? Semprot pestisida, dll. Tapi dioplos & dicampur jadi satu baru disemprot. Ngek. -___-β€œ Kayanya perlu penyuluhan deh dan perkenalan (lagi) metode-metode dan bahan non kimia. Kasian tanahnya udah overused and overexposed to chemical.

Sorenya, kita nonton bola! πŸ˜€ Banyaaak banget warga yang dateng. Banyak jajanan juga. Hahaha. Tapi anginnya dingiiin, maklum latar belakang lapangannya aja gunung Slamet dan kawan-kawan. Bagus tapinya. πŸ™‚ Malamnya kita ke rumah Pak Dasroni, ketua Gapoktan. Bapak ini merupakan salah satu warga yang dihormati dan disegani oleh masyarakat sekitar. Pas ketemu, Bapaknya welcome banget. πŸ™‚ Sangat karismatik & pinter! πŸ˜€ Malah nanyain soal kenapa hibrida ga bisa ditanam lagi, hafal varietas-varietas yang ditanam. Sumpah seneng banget ngobrol sama Bapaknya! πŸ™‚ Dirumahnya juga ketemu beberapa peternak yang berencana membeli sapi dari uang yang didapat dari Kementan. Mereka berharap banget ada anak Fapet yang KKP juga disini. Tuh tuh anak Fapet, coba kalian KKP. uhuk! πŸ˜‰ Kayanya bisa dijadiin pertanian terpadu nih, soalnya banyak limbah peternakan. Bahkan di tengah jalan. -__-”

Setelah itu langsung pulang, makan & tidur. Badan udah mulai meriang. πŸ™ Ga enak banget. Mulai pengen pulang klo udah sakiiit. πŸ™ Hiks.

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.