Uncategorized

Wedding Preparation How-To

Wedding preparation is one of the most confusing thing ever! Terutama jika calon suami kerja di luar pulau dan orang tuanya tinggal di propinsi yang berbeda. Plus nanti akan ada 2 kali resepsi, yang pertama di Bogor dan yang kedua ngunduh mantu di Madiun… Gue harus jadi calon pengantin yang aktif survey vendor dan mengunjungi pameran. Kadang-kadang harus pergi kesana kemari sendiri diantara waktu thesis dan kerja. Cape sih cuman sambil berdoa semoga semua perjuangan is really worth it on the D-Day 🙂

credit: omahaweddingvideography.com

Buat para calon pengantin yang mungkin kondisinya kurang-lebih sama atau yang bingung harus mulai persiapan dari mana, gue punya beberapa tips yang mungkin berguna. Here goes!

1. Pastikan pacar akan menjadi calon suami. Hahahaha.
Ini hal yang penting loh. Ga ada calon suami, ga akan ada future wedding. Terutama di budaya timur dimana keinginan orang tua lebih diperhitungkan dalam hal pemilihan calon pasangan hidup. Make sure both parents are aware of your plan for the future.

2. Tentukan tanggal.
Jauh sebelum memilih segala vendor, sebaiknya tentukan tanggal. Ada banyak pertimbangan dalam menentukan tanggal. Salah satunya untuk di kota besar adalah ketersediaan gedung. Untuk yang lebih mementingkan adat, mungkin akan memilih tanggal baik dan menghindari bulan-bulan atau hari-hari yang kurang cocok untuk menikah. But like my mom said, semua hari itu baik. Yang penting keluarga besar dan teman terdekat bisa datang menghadiri acara tersebut.

3. Cari gedung!
Bagi yang akan menggunakan venue di rumah, bisa skip tahap ini. Namun bagi yang ingin melaksanakan pernikahan di gedung, kalian harus booking gedung jauh-jauh hari. Beberapa gedung most wanted rata-rata harus dibooking 6 bulan – 1 tahun sebelum acara. Pilih gedung yang cukup kapasitas undangannya, mudah dijangkau, perhatikan fasilitas yang diberikan gedung terutama parkir dan kemudahan dalam memasukkan vendor yang diinginkan. Beberapa gedung punya aturan ekstra yang berbeda-beda jadi perhatikan sebelum DP gedung bahwa kalian sudah paham betul segala peraturan.

4. Cari tema pernikahan.
Traditional, nasional atau internasional. Sesuaikan dengan keinginan kedua belah pihak keluarga dan keinginan kita sendiri. Memang perlu kesabaran ekstra (dan kadang keterampilan khusus hahaha) agar semua pihak senang. Tema pernikahan ini nanti akan menentukan vendor-vendor pilihan selanjutnya. Agar lebih mudah, bisa dibuat sebuah mood board wedding (contohnya akan diupload) agar vendor dan keluarga tau keinginanmu.

5. Pilih perias!
The second most important thing (for a bride). Kita pasti pengen perias yang cocok dengan kita dari segi riasan dan keterikatan emosional (cieh). Sebelum nentuin tanggal nikah, pasti para pengantin yang sudah ga sabar punya list perias atau MUA idaman (korban instagram yes). Jika punya budget yang tidak terbatas, boleh banget pilih perias atau MUA kondang. With money comes quality. Hasilnya ga mengecewakan kok. Tapi bagi yang budgetnya ketat, coba pilih perias lokal atau perias lain yang cukup bagus karena biasanya harganya dibawah yang “sudah punya nama”. Tenang, semua pengantin pasti cantik kok  *aura pengantin*.

5. Pilih catering dan dekorasi yang sesuai tema.
Yang ini perlu survey-survey langsung ke tempat vendor atau cari referensi di pernikahan temen. Gunakan social media maupun koneksi untuk mendapatkan daftar vendor-vendor yang sesuai. Jangan lupa minta test food untuk catering dan ajak keluarga untuk mencicipi makanan tersebut.

6. Pilih vendor-vendor yang lain.
Self explanatory. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda jadi pilihlah vendor secara cermat. Hint: kunjungi pameran pernikahan di kota kalian. Kadang-kadang deal yang didapatkan lebih menguntungkan daripada waktu normal 😉

7. Persiapan KUA, premarital check up dan mental.
Selain persiapan pesta untuk orang yang akan datang, jangan lupa persiapan pengantinnya sendiri. Jangan sampai lupa ke KUA loh, ga jadi nikah nantinya *knock on wood*

Intinya, jangan mempersulit hal yang sebenarnya mudah. Stay stress free. Your wedding is just for one day but a marriage last forever. Hakuna matata, it means no worries 😉

credit:

eventsbynatashaco.wordpress.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *