Health, How To, Review, Tips

Tips Menjalani Papsmear Pertama – (Sebuah Metode Deteksi Dini Kanker Serviks)

Hai hai semua, masih teringat kan ya penyakit yang diderita almarhumah Julia Perez? Iya, kanker serviks. Ternyata kanker tersebut merupakan pembunuh nomor satu dari kanker pada wanita loh. Ibunda salah satu sahabat saya juga menyerah kepada penyakit ini. Tapi jangan takut, ada berbagai cara untuk mencegahnya. Prof. DR. Dr. H. Suhanto, SpOG dari Dr Soetomo, Surabaya menyatakan bahwa, “banyak penderita kanker serviks dapat bebas sama sekali bila diketahui lebih dini, dan setelah dilakukan pengobatan dengan sempurna”. Nah, kali ini saya mau sharing pengalaman tes papsmear dan membagi tips.

Tips Menjalani Papsmear Pertama - (Sebuah Metode Deteksi Dini Kanker Serviks)

Sebelum dimulai yuk kita ketahui apa itu kanker serviks dan kenapa sih heboh banget. Emang bahaya ya?

Tips Menjalani Papsmear Pertama - (Sebuah Metode Deteksi Dini Kanker Serviks)

Yang berisiko mengalami infeksi HPV tipe risiko tinggi yang menetap diantaranya adalah :

  • wanita > 30 tahun
  • memiliki gangguan kekebalan tubuh (HIV atau lupus)
  • berhubungan seksual di usia belia (< 20 tahun)
  • bergonta-ganti pasangan seksual
  • merokok

Mengutip dari website Prodia (www.prodia.co.id), angka bertahan hidup dari kanker serviks ini, menurut Prof Suhanto, adalah 5 tahun berdasarkan stadiumnya.

Tips Menjalani Papsmear Pertama - (Sebuah Metode Deteksi Dini Kanker Serviks)

Sekarang ada kabar baiknya nih bagi kita, ternyata kanker ini dapat dicegah melalui pendeteksian dini. Pengobatan pada stadium 0 memiliki peluang sembuh 100%! Salah satu metode deteksi dini adalah dengan pap smear.

Pap Smear adalah pemeriksaan untuk melihat adanya perubahan morfologi (bentuk dan fungsi) sel-sel serviks dengan teknik pewarnaan Papanicolau. Bahan pemeriksaan untuk Pap Smear diambil melalui liang vagina. Bahan pemeriksaan yang berupa lendir contoh serviks kemudian dioleskan pada kaca obyek untuk diperiksa di bawah mikroskop. Seorang ahli sitologi akan menguji sel-sel serviks itu, apakah normal atau tidak. Terdapat dua macam jenis Pap Smear, yaitu Pap Smear Konvensional dan Sitologi Serviks Berbasis Cairan (SSBC). Siapa sih yang di anjurkan untuk melakukan pap smear?

Tips Menjalani Papsmear Pertama - (Sebuah Metode Deteksi Dini Kanker Serviks)

Baca Waspada Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Wanita, Bayi dan Anak-anak

Kalau dicurigai adanya indikasi kanker serviks, kita dapat melakukan tes DNA HPV, dan pemeriksaan kolposkopi. Pemeriksaan kolposkopi dapat melihat adanya perubahan yang mencurigakan atau kondisi prakanker, sehingga dapat ditangani secara tuntas. Pengobatan umum yang diberikan pada stadium awal adalah cone biopsi atau conization dan pembedahan. Penyinaran untuk menghentikan perkembangan sel kankerdan kemoterapi juga akan dilakukan jika sudah dipastikan positif. Jika negatif, kita dapat melakukan vaksinasi HPV sebagai salah satu metode pencegahan kanker serviks.

Tips Menjalani Papsmear Pertama - (Sebuah Metode Deteksi Dini Kanker Serviks)

Tahapan kanker serviks. Photo : Prodia.co.id

Di Indonesia sendiri, pap smear belum diwajibkan oleh pemerintah namun lebih dianjurkan. Namun beberapa negara, seperti Slovenia, dari pengalaman teman yang tinggal disana, pap smear sudah diwajibkan dan dibiayai oleh negara. Jadi setiap wanita wajib tes setiap tahunnya.


Setelah menikah, alhamdulillah saya langsung hamil jadi saya tidak bisa check pap smear selagi hamil. Jadi sekarang setelah Rio berumur 6 bulan, saya memutuskan untuk melakukan pap smear untuk check kondisi serviks. Saya memilih melakukan pap smear di Prodia Bogor yang terletak di Jl. Sudirman. Selain karena terpercaya (sekeluarga kalau tes darah dll di Prodia), saya bisa memanfaatkan BPJS Kesehatan saya untuk mendapatkan tes pap smear secara gratis. Hore! Jadi bagi yang berminat, segera hubungi Prodia terdekat ya. Berikut info resmi dari prodia soal pap smear gratis oleh BPJS.

Tips Menjalani Papsmear Pertama - (Sebuah Metode Deteksi Dini Kanker Serviks)
Tips Menjalani Papsmear Pertama - (Sebuah Metode Deteksi Dini Kanker Serviks)

Syarat yang dibawa untuk pap smear menggunakan BPJS adalah :

  1. Fotokopi KTP sebanyak 2 lembar
  2. Fotokopi kartu JKN KIS/BPJS Kesehatan sebanyak 2 lembar dan membawa aslinya.

Jadi kita tinggal datang dan menuju ke meja registrasi untuk meminta pemeriksaan ditanggung oleh BPJS. Jangan ditunda loh, saya diberitahu bahwa ada kuota untuk pemeriksaan pap smear gratis. Hanya dibatasi 1000 orang pertama! Setelah di check kembali data diri, saya diminta untuk mengisi formulir yang lumayan banyak.

Tips Menjalani Papsmear Pertama - (Sebuah Metode Deteksi Dini Kanker Serviks)

Kemudian saya disuruh menunggu sebentar karena ruangan pap smear dan alat yang digunakan akan dipersiapkan terlebih dahulu. Sambil peralatan dipersiapkan, saya disarankan pipis terlebih dahulu. Akhirnya, saya dipanggil masuk ke ruangan oleh perawat dan di check kembali data diri saya. Nah, ternyata selain pap smear, para peserta pap smear BPJS juga mendapatkan tambahan check benjolan di payudara sebagai deteksi dini kanker payudara. Jadi jangan kaget yaa hehehe (saya sih agak kaget). Ternyata sudah sepaket! Alhamdulillah tidak ada benjolan setelah diperiksa..

Baca Cara Melancarkan ASI Bagi Ibu Baru

Pap smear dimulai *jeng jeng jeng!*. Saya disuruh berbaring di kursi khas obgyn, yaaa yang mirip kursi melahirkan. Kakinya dibuat ngangkang hahahaha. Awalnya agak ga nyaman sih karena pertama kali, namun perawat menyuruh saya untuk rileks karena akan mengurangi rasa ngilu. Ketika vagina dibuka dengan spekulum (alat untuk memperlebar bukaan vagina), saya merasa ngilu banget! Agak sakit sih tapi tidak berlangsung lama kok, jadi ingat cara mengurangi rasa sakit waktu senam hamil hahaha. Sampel lendir serviks langsung diambil dan sempat dilakukan pemeriksaan kasat mata. Alhamdulillah sih normal dari penampakannya menurut perawat. Namun tetap harus menunggu hasil pap smear agar lebih akurat. Oiya, masih normal kok ketika setelah pemeriksaan terasa ngilu atau ada sedikit flek.

Selesai sudah pemeriksaan pap smear. Ya semuanya memakan waktu 20 menit dari pendaftaran hingga selesai tes. So fast! Jadi ga ada alasan ga ada waktu ga ada biaya yaa. Pengambilannya juga hanya menunjukkan kartu JKN KIS BPJS.

Oiya ini beberapa tips bagi kalian yang mau melakukan pap smear terutama untuk yang pertama kali :

  1. Waktu terbaik pengambilan lendir serviks adalah dua minggu setelah hari pertama mendapat haid, agar dinding serviks benar-benar bersih dari bercak darah.
  2. Jangan menggunakan pembasuh atau sabun antiseptik di sekitar vagina selama 72 jam sebelum pengambilan contoh lendir serviks.
  3. Sebaiknya, tidak melakukan hubungan seksual selama 48 jam sebelum pengambilan sampel.
  4. Saat pengambilan lendir, usahakan kita rileks agar otot-otot vagina juga dalam kondisi santai. Ini berfungsi untuk mendapatkan lendir dalam jumlah yang cukup. Ini juga mempermudah spekulum masuk dan memperlebar liang vagina.
  5. Perhatikan dan laporkan adanya kelainan di sekitar vagina, apakah ada gatal, keputihan, dan kondisi lain yang mencurigakan.
  6. Jangan lupa bawa surat dan kartu untuk administrasi serta hasil tes sebelumnya jika pernah menjalani pap smear, IVA atau HPV-DNA.

Yuk segera check kesehatan alat reproduksi! Bagi yang berdomisili Jakarta, Prodia sekarang mempunyai Prodia Women’ s Health Center (PWHC), klinik layanan kesehatan khusus perempuan di di Wolter Mongonsidi, Jakarta Selatan. Let’s be aware of our health starting now.

Fanpage : Laboratorium Klinik Prodia
Twitter : @Prodia_Lab
Instagram : @prodia_lab

You may also like...

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *