Event, Health

Pil KB untuk Pengobatan Jerawat Akibat Hiperandrogen

Hello all! Pada tanggal 16 Januari 2018, saya berkesempatan untuk mengikuti acara Discover New Confidence yang diselenggarakan oleh PT. Bayer Indonesia dan guesehat.com di Cafe Tebet 39. FYI PT.  Bayer Indonesia sering mengadakan acara yang serupa ini karena PT. Bayer Indonesia sangat peduli dengan kesehatan wanita. Jadi pastikan kamu cari info terkini yaaa soal acara mini seminar kesehatan semacam ini. Beberapa acara tidak dipungut biaya pendaftaran alias gratis loh!

Pil KB untuk Pengobatan Jerawat Akibat Hiperandrogen

Acara tersebut menghadirkan dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM) yang juga merupakan Host program “Ayo Hidup Sehat” di TV One. Selain itu, ada juga sesi demo make up yang mengundang make up artis dari Ziandiova Make Up untuk memberikat demo makeup beserta tips and trick. Disini saya juga mendapatkan banyak sekali ilmu baru mengenai jerawat dan masalah hiperandrogen. Apa saja sih? Silahkan baca terusss yaaa.


Androgen adalah hormon steroid yang merangsang atau mengontrol perkembangan dan pemeliharaan karakteristik laki-lak yang ternyata juga ada di tubuh wanita. Di wanita, terdapat androgen bebas sebanyak 1% dan androgen yang terikat oleh protein sebanyak 99%.

Fungsinya apa di tubuh wanita? Hormon ini membantu mematangkan sel telur wanita, menghadirkan rasa antusias dengan suami alias gairah seksual, dan menumbuhkan rambut. Androgen diproduksi oleh indung telur wanita dan juga di organ anak ginjal alias kelenjar adrenal.


Hiperandrogen adalah kondisi di dalam tubuh wanita dimana androhen bebas lebih dari 1%. Nah efeknya apa aja sih? Gejala klinis hiperandrogen adalah AHAS yaitu Acne, Hirsutism, Androgenetic Alopecia dan Seborrhoea. Hiperandrogen juga dapat membuat gangguan di siklus menstruasi. Biasanya hal ini terjadi pada pasien PCOs atau sindrom ovarium polikistik.

Pil KB untuk Pengobatan Jerawat Akibat Hiperandrogen

Apa sih penyebab hiperandrogen? Ternyata banyak faktor endogen (dari dalam tubuh sendiri) maupun pengaruh eksongen (dari luar). Emang bisa ya hormon kita dipengaruhi faktor luar? Bisa! Pola makan juga merupakan salah satu hal yang berdampak pada kondisi tubuh. Satu hal menarik yang diungkapkan dr. Haekal kemarin adalah ini :

Ada anak laki-laki yang sering sekali minum susu kedelai. Susu kedelai, kedelai khususnya, mengandung fitoestrogen.
Fitoestrogen adalah hormon tanaman kimiawi mirip dengan estrogen
yang ditemukan pada manusia.
Estrogen adalah hormon seks utama pada wanita.
Bisa ketebak kan apa yang akan terjadi?
Hormon ini juga dapat mempengaruhi jaringan
payudara sehingga payudara anak laki-laki akan cenderung membesar.

Pil KB untuk Pengobatan Jerawat Akibat Hiperandrogen

Kejawab deh kenapa waktu hamil Rio, ketika bayi yang dikandung saya sudah insya Allah fix laki-laki, dokter kandungan saya melarang saya meminum susu kedelai ketika masih hamil (tapi boleh setelah melahirkan). Ternyata bisa begitu……………

Oiya, memakan tahu tempe pada saat hamil masih boleh ya. Susu kedelai kan ekstrak kedelai, jadi minum itu bagaikan makan segerobak tempe (analogi dokter kandungan saya) hahaha jadi fitoestrogennya jadi sangat banyak. Bener juga yaaa. Jadi jangan lupa perhatikan pola makan.

Baca Tips Ber-MPASI dan Solusi untuk Menjawab Kebutuhan Nutrisi Anak


Hormon androgen ini menstimulasi kelenjar minyak. Nah tau sendiri kan jerawat itu disebabkan oleh folikel rambut pada kulit tersumbat minyak dan menjadi lahan berkembangnya bakteri. Alhasil jadi jerawat deh. Naaah jerawat akibat hiperandrogen ini nih yang super bandel. Kadang memakai salep atau krim biasa dari dokter tidak mempan. Jerawat akibat hiperandrogen berpotensi menimbulkan bekas luka dan dapat tumbuh di berbagai area tubuh.

Pil KB untuk Pengobatan Jerawat Akibat Hiperandrogen

PT. Bayer Indonesia mempunyai solusi untuk meredakan jerawat akibat hiperandrogen, yaitu Pil KB Diane35. Pil KB? Ga salah? Bener kok!

Diane35 adalah pil kontrasepsi (pil KB) dengan kandungan yang dapat membantu dalam pengobatan hiperandrogen pada wanita. Kandungan tersebut dapat menekan jumlah androgen bebas di wanita. Sekarang benar kan ada mitos kalau pakai pil KB kadang wajah jadi mulus, dan kalau stop malah jadi jerawatan. Ternyata ini penyebab dan cara kerjanya toh.

Cara menkonsumsi pil KB untuk terapi menurut dr. Haekal adalah meminum pil pada hari ke-1 (saat
mulai haid) hingga hari ke-21. Stop konsumsi pada hari ke-22 hingga ke-28. Minum lagi pada hari ke-29 hingga selesai. Usahakan jangan skip obatnya ya. Namun lebih baik sebelum mengkonsumsi obat, silahkan konsultasi ke dokter terlebih dahulu yaaa.

Jika kita belum menikah, masih bisa dikasih terapi pil KB ini kok. Pil KB tidak akan berpengaruh ke kesuburan, buktinya pil KB juga masih memiliki kemungkinan terjadi kehamilan. Namun lebih baik konsumsi pada batas usia sudah minimal 2 tahun setelah haid pertama dan JANGAN LUPA KONSUL KE DOKTER. Pas terapi dengan pil kontrasepsi juga jangan lupa jaga kebersihan dan atur pola makan. Kita harus tetap berusaha sebaik mungkin untuk meminimalisir munculnya jerawat.


Setelah sesi dr. Haekal selesai, mulailah sesi demo make up oleh Mas Firman dari Ziandiova Make Up. Mas Firman memberikan tips, trick dan arahan menggunakan make up No Make Up Make Up. Itu loh, make up yang tidak keliatan seperti memakai make up hihi.

Pil KB untuk Pengobatan Jerawat Akibat Hiperandrogen
Pil KB untuk Pengobatan Jerawat Akibat Hiperandrogen

Seru banget dapat tips dan tricknya! Dikupas tuntas deh dari primer sampai foundation, shading, ngalis, eyeshadow, lipstik dan setting spray. Ternyata kita juga ga usah beli make up mahal-mahal dan alat banyak banyak loh untuk mendapatkan No Make Up Make Up Look. Cukup pakai warna-warna natural, kita tetap terlihat bersinar sehari-hari tanpa terlihat lebay.

Baca Rekomendasi Eyeliner Lokal Murah Terbaik


Terima kasih KEB yang sudah memberikan saya kesempatan untuk menggali ilmu mengenai kesehatan dan make up! Semoga postingan ini juga bermanfaat bagi yang membaca yaaa. See you on the next post!

You may also like...

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *