Uncategorized

My Pregnancy Diary – Finally Bogor!

Selama Hari Raya Idul Fitri alias Lebaran, saya berada di Madiun. Lebaran 2016 adalah Lebaran pertama saya jauh dari orang tua di Bogor, Lebaran pertama dengan keluarga baru, Lebaran pertama sebagai istri orang dan Lebaran pertama hamil! What a milestone! Ternyata Lebaran tahun ini adalah Lebaran pertama keluarga Madiun menghabiskan Lebarannya di Madiun juga hahahaha. Biasanya mudik ke Saradan dan Solo, namun karena saudara semua sudah berkumpul waktu nikahan di Bogor & Madiun, maka tahun ini dapat dispensasi lah ya ๐Ÿ˜‰ Pada tahun ini juga saya merasakan mual-mual pada saat berkunjung ke tetangga-tetangga di rumah Madiun hahahahaha, untung bisa diredakan dengan minum dan cemilan yang disuguhkan meskipun sempat difoto sama Arga untuk dokumentasi mabok-saat-hamil-muda. -____-

Foto Lebaran pertama punya suami & foto ikan wader! *penting* Nom~

Kami semua rencanannya akan pergi ke Semarang untuk reuni keluarga besar Mama Madiun. Namun, karena saya masih hamil muda dan disarankan untuk tidak berpergian jauh, maka saya dititipkan alias nginep beberapa hari di rumah Mbah Kakung saya di Madiun. Yes, alhamdulillah Bapak saya sama-sama orang Madiun jadi saya punya banyak keluarga disana ๐Ÿ™‚ It was a fun couple of days filled with food and fireworks! Akhirnya ya kumpul sama keluarga besar meskipun saya banyak tidur pada jam 8-10 pagi hahahaha. Katanya sih hamil kebo, tapi cara itu bagi saya ampuh untuk mengusir mual dan pusing yang suka datang pagi hari.ย 

Bukan foto perang atau tawuran ya, ini lagi asik bakar duit alias kembang api :โ€™โ€™) Plus foto setiap pagi makan nasi pecel bareng-bareng di teras, YUM!

Pada tanggal 11 Juli 2016 saya dan Arga akhirnya pulang ke Bogor (for good)! Arga sudah dipindahkan ke Jakarta dan meskipun he loves Lombok so much, mungkin itu yang terbaik bagi ibu hamil muda ini, tinggal kembali di rumah dan dekat dengan orang tua di Bogor wkwkwk. Agenda berikutnya bagi kami adalah mencari rumah, but that’s a different story for next time. Mama Bapak Bogor was so excited to hear that me and Arga was coming back, and pregnant! Yaa, karena adik saya mendapatkan kabar bahwa dia akan ikut pertukaran pelajar Erasmus Mundus ke Polandia selama 5-6 bulan. Kehadiran saya dan Arga akan menyelamatkan orang tua dari kesepian tinggal dirumah berdua saja hahahaha. Plus saya wisuda S2 pada tanggal 27 Juli 2016! Lucunya akhirnya wisuda juga dengan Baby di perut, semoga bisa nerusin jejak Ibu ya, nak, maybe more!

Hore wisuda S2! Foto kanan atas bersama Rektor IPB, Prof. Herry dan kedua orang tua setelah prosesi wisuda. Foto kanan bawah bersama Dekan dan Wakil Dekan Faperta saat gladi resik wisuda H-1. Foto kiri adalah foto pembengkakan badan :โ€™)

Saat menuju Bogor dan selama di Bogor, saya sibuk mencari dokter kandungan. Syaratnya sih dokternya harus perempuan, yaa biar saya dan suami lebih nyaman. Banyak sekali rekomendasi dokter kandungan di Bogor yang disebutkan di forum ibu-ibu, seperti dr. Hidayat, dr. Inayatullah, dr. Gharini, dr. Vivi, dr. Arina, dr. Lukman dan dokter SpOG lainnya. Pertimbangan lain adalah jarak dan waktu tempat praktek dokter. Di Bogor ini sepertinya banyaaaak sekali ibu hamil dan ibu-ibu yang berencana hamil, jadi antrian untuk dokter subhanallah lamanya. Selain itu, saya dan Arga ingin memilih dokter yang asik, informatif dan pro-normal alias ga asal main operasi sesar.ย 

Kebetulan rumah saya berdekatan dengan Rumah Bersalin Azzahra. Kebetulan juga, salah satu dokter kandungan perempuan yang lumayan banyak diminati oleh ibu-ibu di Bogor, yaitu dr. Gharini, praktek di tempat tersebut. Jadi kami memutuskan untuk mengecheck kandungan di RB Azzahra. Plusnya lagi, diseberang tempat praktek ini banyak makanan dan cafe. Jadi kalau lapar kala menunggu lama, bisa nyebrang dan makan dulu hehehe.

Foto Rumah Bersalin Azzahra Bogor. Photo courtesy ofย 

City Directory Sukamu Community – Sukamu search engine

28 Juli 2016

Hari ini adalah hari pertama saya check kandungan di Bogor ke dr. Gharini. Saya datang lebih cepat dan melakukan registrasi plus pengambilan nomer urut. Setelah itu, saya dicheck berat badan dan tensi oleh bidan dan dipersilahkan menunggu. Ternyata dokternya lamaaaa datengnya, kurang lebih ngaret sejam lebih. Katanya sih ada tindakan di RS Hermina jadi ya bersabar saja ๐Ÿ™‚ Oiya, untung di RB Azzahra ada free wifi, jadi bapak-bapak ga akan manyun disuruh nunggu lama hahaha. Akhirnya dokter datang dan giliran saya tiba.

First impression of dr. Gharini : super ramah! Dokternya bertanya-tanya tentang HPHT dan riwayat kehamilan. Kami juga cerita perjalanan kami dari Lombok-Madiun-Bogor hahaha. Setelah berbincang-bincang sejenak, saya langsung dipersilahkan berbaring untuk USG. Baby keliatan jelas alhamdulillah ๐Ÿ™‚ Usia kandungan saya 11 minggu pada saat ini. Alhamdulillah lagi semuanya baik-baik saja jadi diperiksanya tidak terlalu lama.ย 

Hello Baby, I finally see youuuuuuuu ๐Ÿ™‚

Saya diberi vitamin dan penguat kandungan (lagi). Dokter Gharini juga sangat informatif dalam memberikan anjuran apa yang boleh dimakan dan apa yang tidak boleh dimakan. Kerang termasuk yang BIG NO untuk dimakan saat kehamilan, termasuk kopi, teh dan softdrink. Sayangnya, karena kami masih baru dan saya belum baca-baca soal kehamilan, jadi bingung mau nanya apa hehehe.

PS : ternyata kalsium saya agak kurang, jadi dianjurkan untuk minum susu. Hmm, bukannya ga suka minum susu, tapi saya mual kalau meminum susu bubuk hangat (mayoritas susu ibu hamil kan berbentuk bubuk ya). Tapi dr. Gharini mengatakan bahwa aman untuk minum susu apa saja, UHT juga tidak masalah karena yang dicari adalah asupan kalsium. Semoga keadaan saya dan Baby membaik yaaa di minggu-minggu berikutnya ๐Ÿ™‚

You may also like...

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *